edisiana.com – Athletic Bilbao akhirnya merasakan pahitnya kekalahan pada pramusim. Menghadapi Olympique Marseille di Prancis, tim besutan Terzic tersebut takluk 1-3 dalam laga yang mempertemukan dua tim dengan pelatih baru.
Marseille tampil lebih solid sepanjang pertandingan. Meski laga berlangsung relatif berimbang, tuan rumah menunjukkan efektivitas lebih baik di depan gawang. Bilbao, yang masih kehilangan tiga pemainnya yang berstatus juara Piala Dunia, terlihat belum berada dalam kondisi terbaik.
Marseille membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui Ángel Gómez. Gol tersebut membuat Athletic berada dalam tekanan. Bilbao memang sempat kesulitan mengembangkan permainan, tetapi perlahan mampu keluar dari tekanan dan mulai memberikan ancaman.
Kesempatan pertama yang benar-benar berbahaya langsung dimanfaatkan Athletic. Berawal dari kombinasi apik Hugo Rincón, Guruzeta, dan Iñaki Williams, bola kemudian diselesaikan Oihan Sancet untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, Athletic gagal mempertahankan momentum tersebut. Menjelang turun minum, Paixao kembali membawa Marseille unggul. Padahal, Bilbao cukup sering melakukan serangan dan menekan area pertahanan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Marseille melakukan sejumlah pergantian pemain. Sementara itu, Athletic masih mempertahankan komposisi pemain yang sama untuk mengawali paruh kedua.
Perubahan tersebut membuat Marseille semakin agresif. Tuan rumah akhirnya mengunci kemenangan lewat aksi individu brilian Mmadi.
Pemain tersebut berhasil melewati kawalan pertahanan Bilbao sebelum melepaskan penyelesaian yang tidak mampu dihentikan kiper Padilla.
Athletic sebenarnya terus berusaha mencari gol balasan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada tambahan gol yang mampu diciptakan.
Kekalahan 1-3 ini menjadi hasil negatif pertama Athletic Bilbao selama pramusim. Kehadiran sejumlah rekrutan anyar seperti Rego, Gere, Djaló, dan Selton pun belum mampu menghindarkan Bilbao dari kekalahan di Marseille.
Hasil tersebut menurut MD, menjadi pekerjaan rumah bagi Athletic. Terlebih, musim baru sudah semakin dekat dan Valverde masih harus menemukan komposisi terbaik timnya.(maq)











