edisiana.com – Satu gol. Satu momen. Dan satu nama: Rafa Leao. AC Milan menang tipis 1-0 atas Cagliari dan langsung menyalip Inter di puncak klasemen Serie A dengan 38 poin.
Rossoneri menderita di babak pertama. Permainan mereka tumpul, jauh dari kata meyakinkan. Justru Cagliari yang hampir membuat San Siro terdiam.
Sundulan Michel Adopo dari jantung kotak penalti memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan krusial. Milan selamat.
Babak kedua mengubah segalanya.
Menit ke-50, Milan menemukan nadinya. Adrien Rabiot mengirim umpan silang mematikan. Leao datang seperti kilat. Satu sentuhan, satu tembakan, GOL! Gawang Cagliari runtuh.
Cagliari belum menyerah. Milan pun punya peluang untuk menghabisi laga. Menjelang akhir pertandingan, Christian Pulisic berdiri bebas di depan gawang.
Namun Elia Caprile tampil sebagai tembok terakhir dan menggagalkan gol kedua Rossoneri.Peluit akhir berbunyi. Milan menang. Milan memimpin.
Dengan kemenangan ini, AC Milan duduk di singgasana Serie A dengan 38 poin, unggul dua angka dari Inter, meski rival sekota masih menyimpan satu laga.
Pesan jelas:
Selama Leao ada, Milan berani bermimpi besar. (maq)










