City Dibayangi Trauma dengan Thomas Tuchel

Pep Guardiola. Foto: Daylimail

edisiana.com – Manchester City akan menerima tamu dari Allianz Arena pada Rabu dinihari besok. Namun The Sky Blue masih punya trauma dengan Thomas Tuchel, bos Bayer Munich.

Menurut manajer Manchester City Pep Guardiola menilai Thomas Tuchel merupakan pelatih yang kreatif. Dan sama juga dengan Julian Nagelsmann.

Hal itu, tambahnya terlihat saat menyusun atau membentuk formarsi skuadnya yang akan diturunkan.


“Mungkin besok akan melakukan sesuatu yang baru.Saya mencoba mencari tahu kualitas yang mereka miliki di semua lini. Akan sulit melawan Julian Nagelsmann dan juga akan sulit melawan Tuchel,” tutur Guardiola dinukil dari BBC pada Senin malam ini.

Menurut mantan manajer Bayern Munich, dia tidak terlalu memperhatikan tim lawan. Tapi fokus pada skuadnya sendiri. Sementara itu Guardiola pernah mengalami pengalaman pahit dengan Thomas Tuchel di final Champions 2021. City kalah melawan Chelsea. Trauma kekalahan itu masih membekas di tim City.


“Kekalahan dan kemenangan tetap di level yang sama. Itu dilupakan sama saja. Saya tidak perhatikan apa yang terjadi di masa lalu. Itu bagian dari permainan,” terangnya. Pelatih asal Catalan ini mengakui kalau dirinya mendambakan kemenangan Liga Champions.”Saya sangat ingin memenangkannya. Kami ingin mencoba,” ujar dia.

Dia melanjutkan sebenarnya suatu kehormatan berada bisa melawan klub elit di Bayern Munich. Kami tentu tidak akan menerimanya begitu saja. Dan harus memainkan dua pertandingan,” paparnya.

City, imbuh Guardiola, setiap musim selalu mencoba masuk ke final Champions. Sementara lawan-lawan dihadapi selalu berat. Dan juga ingin memenang pertandingan.


“Impian saya adalah menjalaninya lagi di final. Kami ingin mencoba tetapi itu tidak berarti kita akan menang,” pungkasnya.(maq)

Exit mobile version