edisiana.com – Duel Liverpool versus Manchester City merupakan duel terpanas di Premier League. Sama-sama ingin merebut puncak klasemen usai duduki Arsenal.
Dua tim ini berdedikasi pada gaya menyerang yang menarik. Berusaha keras untuk memenangkan penghargaan domestik dan Eropa.Yang mana dipimpin oleh manajer inspiratif dari Jurgen Klopp dan Pep Guardiola.
Namun di luar lapangan, persaingan ini telah berubah menjadi berbahaya. Banyak insiden yang dilakukan oleh penggemar yang mengganggu kualitas sepakbola yang ditampilkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat bus-bus tim diserang dengan batu dan botol. Ejekan yang memalukan terhadap para korban Hillsborough, dan seorang gadis berusia 15 tahun yang terluka setelah terjebak oleh proyektil yang dilemparkan ke dalam stadion.
Hal inilah menjadi alasan pertandingan hari Minggu ini di Anfield diselenggarakan pukul 15.45 waktu setempat. Karena permintaan dari Polisi Merseyside.
Polisi menjaga untuk menghindari huru-hara fans Liverpool yang menyalakan mercuar menjelang pertandingan penting dalam perburuan gelar Liga Premier.
Liverpool sudah tergusur oleh Arsenal dari puncak klasemen. Hanya beda satu poin. Dan sama City yang berada di urutan ketiga juga beda satu poin.
Baik pemain Liverpool sudah menyalakan genderang perang. Trent Alexander-Arnold dari Liverpool, misalnya. Dia menyindir The Sky Blue dalam salah satu media setempat.
“Trofi klub lebih berarti bagi kami dan basis penggemar kami karena situasi keuangan kedua klub,” ucapnya seperti dilansir Daylimail.
“Kami menghadapi mesin yang dirancang untuk menang. Itulah cara paling sederhana untuk menggambarkan City dan organisasi mereka,” tambah Arnold.
Erling Haaland lalu membalas pernyataan Arnold. “Saya sudah berada di sini selama satu tahun dan saya telah memenangkan Treble dan itu adalah perasaan yang cukup menyenangkan,” kata Haaland.
Pada musim kemarin Haaland mencetak 52 gol dan membantu City meraih treble. Yakni Liga Premier, Piala FA, dan Liga Champions.(maq)
