edisiana.com – Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, menyuarakan kekecewaannya terhadap kurangnya dukungan dari manajemen klub dalam jendela transfer musim panas ini. Hanya beberapa hari menjelang dimulainya musim baru Liga Premier, Glasner belum memastikan akan bertahan bersama The Eagles, memicu spekulasi seputar masa depannya.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan Community Shield melawan Liverpool yang akan digelar di Wembley pada Minggu, 10 Agustus 2025, Glasner mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap minimnya pergerakan klub di bursa transfer. Ia bahkan menyamakan situasinya dengan kapten tim, Marc Guehi, yang juga belum jelas masa depannya di klub.
“Marc dan saya, nasib kami sama,” ujar Glasner dikutip dari Daily Mail pada Sabtu, 9 Agustus 2025. “Kita lihat saja nanti,” tambahnya, ketika ditanya apakah ia akan tetap memimpin tim musim ini.
Guehi, yang masih memiliki sisa satu tahun kontrak, terus dikaitkan dengan sejumlah klub besar, termasuk Liverpool dan Newcastle United. Namun alih-alih memperkuat skuad, fokus manajemen Palace justru tertuju pada potensi kepergian pemain-pemain bintang seperti Guehi dan Eberechi Eze.
Padahal, musim lalu Glasner berhasil membawa Crystal Palace lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Ia mengaku sebelumnya dijanjikan oleh manajemen bahwa kesalahan musim lalu—terlambat beraktivitas di bursa transfer—tidak akan terulang. Namun kenyataan berbicara sebaliknya.
“Saya sudah bilang, kalau kita ingin lebih baik dari tahun lalu, saran saya: rekrut setidaknya dua pemain. Baru kita bisa bersaing,” tegas Glasner. “Kita harus kompetitif di empat kompetisi. Kalau ada yang pikir itu omong kosong, ya sudah—kita lihat saja nanti.”
Ia juga menyoroti pentingnya mendatangkan pemain sejak awal pramusim. “Akan lebih baik jika pemain datang lebih awal karena kita punya waktu untuk berlatih. Tapi kami cukup pasif. Kami kekurangan pemain dan harus menambah, terutama yang berkualitas.”
Sementara itu, Palace tengah menunggu keputusan penting dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Klub asal London Selatan itu berjuang untuk membatalkan penurunan pangkat dari Liga Europa ke Liga Konferensi UEFA. Sidang melibatkan UEFA, Nottingham Forest, dan Lyon, serta dipimpin langsung oleh ketua Palace, Steve Parish.
Keputusan dari CAS diperkirakan keluar pada hari Senin, dan akan menentukan apakah Crystal Palace tetap berlaga di Liga Europa atau harus turun kasta ke kompetisi kasta ketiga Eropa.(maq)
