edisiana.com – Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka harus berjuang keras untuk melangkah ke semifinal turnamen Grand Slam yang hingga kini belum pernah ia taklukkan. Dalam pertandingan penuh tekanan, Sabalenka bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan petenis Jerman Laura Siegemund dengan skor 4-6, 6-2, 6-4.
Ini adalah semifinal ketiga Sabalenka di turnamen tersebut—satu-satunya Grand Slam di mana ia belum pernah mencapai final.
Laga tidak berjalan mulus. Sabalenka kehilangan set pertama dan sempat tertinggal 1-3 di set penentuan. Siegemund, petenis berpengalaman berusia 37 tahun yang kini menempati peringkat 104 dunia, memaksa Sabalenka bermain keluar dari zona nyamannya. Ia melancarkan berbagai pukulan drop shot dan slice forehand yang menyulitkan.
Siegemund dikenal sebagai petenis yang tak hanya kreatif di lapangan, tetapi juga kontroversial. Ia sempat menunda servis Sabalenka di luar ritme permainan, dan bahkan meninggalkan lapangan selama tujuh menit setelah set kedua—sebuah tindakan yang dianggap mengganggu konsentrasi lawan.
“Saya berusaha fokus pada diri sendiri dan tidak memberinya energi itu. Saya tidak ingin dia melihat bahwa saya terganggu, meski memang ada beberapa momen di mana saya kesal,” ujar Sabalenka diikutip dari Daily pada hari ini m
Kini, Sabalenka bersiap menghadapi lawan tangguh lainnya di semifinal: Amanda Anisimova. Petenis Amerika berusia 23 tahun itu lolos ke babak empat besar setelah mengalahkan Anastasiya Pavlyuchenkova 6-1, 7-6.
Dalam delapan pertemuan sebelumnya, Anisimova unggul lima kali atas Sabalenka, menjadikan pertemuan ini ujian berat lainnya bagi petenis asal Belarus tersebut.(maq)











