Lyon Ajukan Banding Degradasi: Nasib di Ligue 1 dan Kompetisi Eropa Dipertaruhkan

Para pemain Crystal Palace mengangkat trofi pertama yakni Piala FA. Foto: via BBC

edisiana.com – Olympique Lyonnais resmi mengajukan permohonan banding kepada komite banding DNCG—badan pengawas keuangan klub sepak bola Prancis—setelah dijatuhi sanksi degradasi ke Ligue 2 pada 24 Juni 2025 karena permasalahan finansial serius.

Lyon berharap keputusan itu dibatalkan agar mereka tetap bermain di Ligue 1 musim depan. Keberhasilan banding ini juga dapat berdampak langsung pada komposisi peserta kompetisi Eropa musim depan, khususnya Liga Europa, di mana Lyon masih memiliki peluang tampil jika bertahan di kasta tertinggi.

Namun, jika banding ditolak, maka Crystal Palace, yang sebelumnya finis di luar zona Eropa, kemungkinan akan menggantikan posisi Lyon di Liga Europa berkat keberhasilan mereka menjuarai Piala FA musim lalu.

Masalah Keuangan Serius di Tubuh Lyon

Melansir ESPN pada Rabu ini, DNCG menjatuhkan sanksi setelah menemukan bahwa Lyon menanggung utang sebesar €541 juta ($634 juta), disertai dengan tagihan gaji yang besar dan minimnya arus kas masuk. Agar bisa mempertahankan tempat di Ligue 1, Lyon diminta menyediakan:

BACA JUGA:  Salah: Saya Nikmati Saja Hidup di Liverpool

Suntikan dana segar sebesar €100 juta

Tambahan €100 juta sebagai jaminan finansial untuk dua tahun mendatang

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, pemilik Lyon John Textor (melalui Eagle Football Group) telah dipaksa mundur dari dewan direksi dan jabatan presiden oleh sesama pemegang saham.

Kini, posisi kepemimpinan diambil alih oleh Michele Kang, seorang pengusaha sukses dan pemegang saham di Eagle Football Group. Langkah ini diyakini sebagai bagian dari strategi untuk meyakinkan DNCG bahwa klub memiliki kepemimpinan dan stabilitas finansial yang lebih kuat ke depan.

Dampak Langsung ke Crystal Palace

BACA JUGA:  Arsenal dan Liverpool Bersaing Menggoda Buruan Real Madrid

Situasi ini memiliki implikasi langsung terhadap klub Liga Primer Inggris, Crystal Palace, yang juga berada di bawah kepemilikan Textor melalui Eagle Football Group. Palace baru saja mencetak sejarah dengan menjuarai Piala FA 2025 dan seharusnya lolos ke Liga Europa.

Namun, dengan Lyon juga memenuhi syarat Eropa lewat jalur liga, dan aturan UEFA yang membatasi jumlah klub dari satu grup kepemilikan di kompetisi Eropa, Palace bisa saja tersingkir jika Lyon bertahan di Ligue 1 dan tetap memegang slot Eropa.

Sementara itu, Textor disebut sedang dalam proses menjual sahamnya di Palace kepada pemilik New York Jets, Woody Johnson, dengan nilai kesepakatan mencapai £190 juta ($254 juta). Tapi, transaksi ini belum dikonfirmasi secara resmi, yang berarti konflik kepemilikan masih menjadi perhatian UEFA.

BACA JUGA:  PSG Libas Espaly 4-2 di Piala Prancis

Sidang Penentu Nasib Dua Klub

Sidang dengar pendapat banding ini bukan hanya penting bagi Lyon, tetapi juga menjadi penentu nasib Crystal Palace dalam mencicipi kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Keputusan akhir dari DNCG akan menjadi titik balik: apakah Lyon bertahan dan bermain di Ligue 1 dan Eropa, atau Palace yang akan mendapatkan keuntungan tak langsung dari kegagalan finansial klub Prancis tersebut.(maq)