edisiana.com – Manajer Thomas Tuchel blak-blakan. Ia merasa wasit mengkhianati timnya. Sebab gol penyeimbang Bayern Munich di masa tambahan waktu melawan Real Madrid dianulir pada semifinal Champions pada hari ini.
Jerman memimpin 1-0 di leg kedua semifinal Liga Champions hingga menit ke-88. Namun dibalas pemain pengganti Joselu mencetak dua gol dalam tiga menit.
Ketika Bayern tertinggal 2-1 pada menit ke-13 masa tambahan waktu, Matthijs de Ligt mengira ia telah menyamakan kedudukan. Tapi bendera asisten wasit sudah dikibarkan karena offside.
Para bek Real terhenti sebelum De Ligt melepaskan tembakan ke gawang. Dari tayangan ulang televisi menunjukkan keputusan awal mungkin bukan offside dan perlu diperiksa oleh asisten video wasit [VAR].
Namun karena sudah menghentikan permainan, VAR tak mampu melakukan intervensi.
Tuchel menegaskan keputusan wasit Szymon Marciniak sangat buruk dan melanggar aturan.
“Ada keputusan buruk dari hakim garis dan wasit. Rasanya seperti pengkhianatan pada akhirnya,” imbuh Tuchel yang diberikan kartu kuning karena memprotes wasit.
“Setelah hakim garis meminta maaf tapi itu tidak membantu. Untuk mengibarkan bendera di saat seperti ini. Wasit melihat kami mendapat bola kedua dan kami melepaskan tembakan,” tambah mantan pelatih Paris Saint-Germain itu
“Sulit untuk menerimanya, tapi begitulah adanya,” ucapnya lagi.
Tuchel kemudian mengonfirmasi bahwa wasit Szymon Marciniak juga meminta maaf, tetapi hal itu dilakukan bukan untuk membantu Real di final.
“Setiap orang punya batasnya, setiap orang harus menderita, setiap orang harus bermain tanpa membuat kesalahan. Jadi wasitnya juga harus di level itu,” jelas Tuchel.
Menurut dia, nasi sudah jadi bubur dan tidak ada gunanya membuat alasan setelah kejadian tersebut. “Anda berada di lapangan karena alasan ini, karena Anda adalah yang terbaik yang ada. Dan kami berhak mengharapkan hal itu sampai akhir,” kata mantan pelatih Chelsea itu penuh kecewa.
Real akan menghadapi Borussia Dortmund di final Liga Champions di Stadion Wembley pada Sabtu 1 Juni.(maq)










