Bola  

STY Kena Kartu Merah, Indonesia Gagal Ambil Tiket ke Olimpiade

Guinea saat mendapatkan tendangan bola mati di dekat kotak penalti Indonesia. Foto: edisiana

edisiana.com – Indonesia gagal mengambil tiket Olimpiade Paris usai kalah 0-1 dari tim Guinea yang barusan selesai. Bukan hanya itu pelatih Garuda Muda pun diusir wasit karena protes terhadap putusan wasit yang memberikan penalti kepada lawannya.

Indonesia dan Guinea hanya punya satu-satunya peluang untuk ikut ajang sepak bola Olimpiade Paris lewat babak play off. Yang berlangsung malam ini.

Tim asal Afrika Barat itu mencoba mencuri keunggulan. Mereka menekan Indonesia sejak menit awal. Hal itu membuat Witan dkk tertekan tanpa bisa mengembangkan permainan.

Nah, pada menit ke-28 akhirnya usaha Guinea membuahkan hasil. Saat kapten Indonesia, Witan melanggar pemain Guinea di kotak terlarang. Tendang penalti yang dingin dari Illiax Moriba pun tidak terjangkau oleh Ernando Ari.

Ketinggalan 1-0, Garuda mencoba keluar dari tekanan. Sesekali melakukan serangan. Tapi selalu kandas. Karena kuatnya lini pertahanan lawan.

Menjelang akhir babak pertama ini permainan menjenuhkan. Lantaran tidak ada peluang dari kedua tim. Sampai jeda kondisi skor pun tidak berubah.

Babak kedua Guinea melakukan pergantian di lini depan. Mereka berupaya menambah gol lagi. Indonesia pun tertekan. Bahkan bek Komang Teguh pun harus diganti Dewangga pada menit ke-51.

Tapi tim besutan Diawara terus saja menekan. Hingga lini belakang Indonesia keteteran. Bahkan sampai Guinea hadiah penalti kontraversi dari wasit. Karena Dewangga dinilai melanggar pemain lawannya.

Pelatih Shin Tae-yong protes keras atas keputusan wasit itu. Tapi sayang pelatih asal Korea Selatan itu dikenai kartu merah. Pertandingan pun sempat ditunda beberapa menit lantaran wasit melihat STY masih di pinggir lapangan.

Anehnya, tidak ada panitia mengarah STY pergi ke mana. Akhirnya dia pergi di atas tribun dan menyaksikan eksekusi penalti Guinea. Untung tendangan Bah masih bisa ditepis Ernando Ari.

Kegagalan itu membuat semangat Indonesia bangkit. Mereka menekan tim lawan. Tapi tetap gagal menembus lini pertahanan Guinea.

Indonesia lalu memasukkan striker asal Lingga, Kepri, Ramadan Sananta mengganti Rafael Struick. Menjelang menit akhir dia memiliki peluang. Sayang saat di kotak penalti Sananta terjatuh akibat gangguan dari bek lawan.

Kendati di menit akhir Hokki Caraka dimasukkan tidak ada peluang bagus yang didapat Garuda Muda. Dengan kemenangan 1-0 ini, Guinea lolos ke Olimpiade Paris.(maq)

Exit mobile version