edisiana.com – Langkah Liverpool kembali tersandung di panggung Eropa. Bertandang ke markas Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA, The Reds dipaksa menyerah 0-2, Rabu (malam waktu setempat).
Meski begitu, peluang belum tertutup. Liverpool masih punya kesempatan membalikkan keadaan di leg kedua pekan depan.
Tuan rumah langsung tancap gas sejak awal laga. Hasilnya terlihat pada menit ke-11 lewat aksi Désiré Doué.
Sepakannya yang sempat membentur pemain lawan justru mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili sebelum bersarang di bawah mistar gawang.
PSG terus menekan. Menjelang turun minum, Mamardashvili dipaksa melakukan penyelamatan gemilang dari jarak dekat, kembali dari percobaan Doué yang menerima umpan matang Ousmane Dembélé.
Dominasi tuan rumah berlanjut di babak kedua. Namun, sejumlah peluang emas terbuang.
Dembélé dua kali gagal memaksimalkan kesempatan, termasuk pada menit ke-53 saat tembakannya melambung tinggi meski sudah berdiri bebas usai menerima umpan tarik dari Nuno Mendes.
Gol kedua PSG akhirnya datang di pertengahan babak kedua. Khvicha Kvaratskhelia menunjukkan kelasnya lewat aksi individu. Menusuk dari sisi kiri, ia melewati bek dan kiper sebelum menceploskan bola ke gawang.
Itu menjadi gol ketujuhnya di kompetisi musim ini, sekaligus menorehkan rekor sebagai pemain PSG pertama yang mencetak gol dalam empat laga fase gugur Liga Champions secara beruntun.
Liverpool sempat berada di ujung tanduk lima menit berselang. Wasit José María Sánchez menunjuk titik putih usai pelanggaran Ibrahima Konaté terhadap Warren Zaïre-Emery. Namun, keputusan itu dianulir setelah tinjauan VAR.
PSG tetap mengancam hingga akhir laga. Achraf Hakimi memaksa Mamardashvili bekerja keras, sementara peluang lain dari Dembélé hanya membentur tiang. Mendes pun ikut menyia-nyiakan kesempatan emas di menit-menit akhir.
Kendati kalah, menukil ESPN, Liverpool bukan tanpa harapan. Kenangan manis musim 2018/2019 masih membekas, saat mereka mampu membalikkan defisit 0-3 melawan FC Barcelona menjadi kemenangan 4-0 di Anfield.
Kini, misi serupa kembali menanti. Mampukah The Reds menciptakan keajaiban lagi? Semua akan ditentukan di leg kedua.(maq)
