Liverpool Ulangi Catatan Kelam 2012

Van Dijk dan Ekitike saat menjamu West Ham. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Performa Liverpool kembali memasuki fase mengkhawatirkan. The Reds mengulangi catatan kelam yang terakhir terjadi pada 2012: menelan empat kekalahan tandang secara beruntun di semua kompetisi.

Rangkaian hasil negatif itu dimulai dari kekalahan tipis 1-0 saat menghadapi Galatasaray di ajang Liga Champions UEFA.

Tren buruk berlanjut ketika mereka tumbang 2-1 di markas Brighton & Hove Albion, sebelum jeda internasional menghentikan sementara kompetisi. Namun, hasil paling mencolok terjadi di perempat final Piala FA.

Striker tajam Erling Haaland tampil ganas dengan mencetak hat-trick, membawa Manchester City menang telak 4-0 atas Liverpool yang tampil di bawah performa terbaiknya.

BACA JUGA:  Berada dì Puncak Grup C, Jepang Melenggang ke Babak 16 Besar

Teranyar, Liverpool kembali takluk 2-0 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions.

Masalah utama Liverpool dalam periode ini terletak pada rapuhnya lini pertahanan. Dalam empat laga tandang tersebut, mereka sudah kebobolan sembilan gol dan hanya mampu mencetak satu gol—statistik yang menegaskan ketimpangan performa tim.

Situasi ini memaksa Liverpool untuk segera berbenah. Jika tidak, ambisi mereka untuk menutup musim dengan hasil positif berpotensi berakhir gagal total.

BACA JUGA:  Mantan Pemain Liverpool Banting Pelatihnya

Melansir Sport Mole, kondisi serupa pernah dialami pada era Kenny Dalglish di musim 2011-2012. Saat itu, Liverpool juga menelan kekalahan beruntun dari Manchester United (2-1), Sunderland (1-0).

Lalu sama Queens Park Rangers (3-2), dan Newcastle United (2-0), sebelum akhirnya bangkit dengan kemenangan atas Blackburn Rovers pada April 2012.

Musim ini, skuad Liverpool menunjukkan gejala serupa. Mereka telah mencatatkan 16 kekalahan di semua kompetisi (di luar Community Shield), sebuah kemunduran signifikan dibandingkan keberhasilan meraih gelar musim lalu.

BACA JUGA:  De Gea Seperti Film Komedi Carry On

Kini, harapan terakhir seolah bergantung pada laga di Anfield pekan depan. Namun, tanpa perubahan drastis, peluang Liverpool untuk bangkit—atau sekadar memberikan perlawanan berarti—tampak kian menipis.(maq)