edisiana.com – Athletic Bilbao kembali menemukan denyut nadinya di LaLiga. Tim asuhan Ernesto Valverde mengamankan kemenangan penting 4-2 atas Levante di San Mamés, Minggu malam, dalam laga yang sarat intensitas dan emosi hingga detik terakhir.
Meski pulang tanpa poin, Levante meninggalkan Bilbao dengan kepala tegak setelah menunjukkan perlawanan tanpa henti.
Setelah setengah jam pertama yang ketat, kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-30. Galarreta mengirimkan umpan silang terukur ke dalam kotak penalti. Guruzeta menyambutnya dengan sundulan klinis untuk membawa Athletic unggul 1-0 di hadapan publik sendiri.
San Mamés belum sempat menurunkan volumenya ketika empat menit berselang, keunggulan tuan rumah kembali bertambah.
Unai Simón memulai serangan dari belakang dengan umpan panjang akurat ke arah Iñaki Williams.
Sang penyerang memanfaatkan kecepatannya sebelum memberikan assist matang kepada Guruzeta, yang dengan tenang menaklukkan kiper Ryan. Dua gol dalam empat menit, Athletic mulai menguasai narasi laga.
Namun Levante menolak menyerah. Di awal babak kedua, kapten Elgezabal mengejutkan Unai Simón dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Gol tersebut menyuntikkan kepercayaan diri bagi tim tamu, yang kemudian tampil lebih berani dan terus menekan demi mencari gol penyeimbang.
Momentum Levante akhirnya dipatahkan oleh Nico Serrano. Pemain muda Athletic itu tampil dingin saat menyelesaikan peluang emasnya, mencatatkan nama di papan skor dan mengembalikan jarak dua gol untuk tim Basque.
Drama belum selesai. Di menit ke-86, Olagsate mencetak gol indah untuk Levante, sepakan spektakuler yang meluncur langsung ke sudut atas gawang dan kembali membuka harapan.
Namun kata akhir tetap milik Athletic.
Di menit ke-99, Iñaki Williams kembali menjadi arsitek serangan dengan umpan terobosan sempurna kepada Navarro, yang menuntaskan peluang tersebut dengan penyelesaian klinis untuk memastikan kemenangan 4-2.
Athletic meraih tiga poin yang bukan hanya penting secara klasemen, tetapi juga krusial untuk mengembalikan kepercayaan diri.
Melansir MD, Levante, meski kalah, menunjukkan karakter dan semangat juang hingga peluit akhir. San Mamés pun menjadi saksi sebuah laga penuh nyawa.(maq)











