Everton Tahan Leeds 1-1

Pemain Everton merayakan gol penyeimbang menjamu Leeds. Foto: via ESPN

edisiana.com – Malam panas di Stadion Hill Dickinson nyaris berubah jadi pemberontakan. Everton tertekan, dihantui masa lalu, dan hampir tumbang. Namun satu momen menyelamatkan mereka. Skor akhir 1-1 melawan Leeds United—cukup untuk meredam amarah, meski belum memuaskan dahaga.

Sorotan tertuju pada sosok yang dulu dielu-elukan: Dominic Calvert-Lewin. Sang mantan kembali, dan kekhawatiran publik tuan rumah nyaris menjadi kenyataan.

Dari jarak lima yard, ia menyambar bola—clang!—tiang gawang menyelamatkan Everton dari mimpi buruk.

Namun justru Leeds yang tertawa lebih dulu. Menit ke-28, kelengahan lini belakang Everton dibayar mahal. Justin mencetak gol pertamanya, muncul tanpa kawalan dan menghukum tuan rumah tanpa ampun.

BACA JUGA:  Liverpool Fantastis, Tim Terbaik di Inggris

Skema Leeds di sisi kanan menjadi senjata utama. Jayden Bogle dan Anton Stach terus menekan, menciptakan keunggulan numerik. Calvert-Lewin memang gagal menyentuh umpan silang, tetapi Justin menyelinap ke tiang jauh dan melepaskan tembakan keras. Dwight McNeil terlambat membaca pergerakan—dan Everton pun tertinggal.

Tuan rumah menggerutu. Mereka mengklaim Iliman Ndiaye dan Gueye dilanggar di awal proses gol. Tapi protes itu lebih terdengar seperti alibi ketimbang fakta.

Leeds hampir menggandakan keunggulan saat Calvert-Lewin kembali mengancam—lagi-lagi tiang gawang jadi penghalang. Everton membalas seadanya.

BACA JUGA:  Pep: Saya Mencintai Manchester City!

Upaya terbaik hanya datang dari James Garner, tembakan kaki kirinya melenceng ke jala samping. Terlalu optimistis, terlalu lemah.

David Moyes pun bertindak. Formasi diubah menjadi tiga bek. Momen emosional hadir saat Jarrad Branthwaite akhirnya kembali ke lapangan usai operasi hamstring.

Kiernan Dewsbury-Hall yang telah pulih masuk menggantikan McNeil. Perubahan itu menghidupkan Everton.

Ndiaye memaksa Sebastian Bornauw melakukan blok krusial. Lalu Barry melepas tembakan yang memaksa Karl Darlow melakukan penyelamatan terbaik malam itu. Tekanan meningkat. Stadion kembali bernapas.

Dan akhirnya—ledakan itu datang.
Darlow kali ini tak berdaya. Dari jarak dekat, sepakan pemain Prancis itu melesat melewatinya.

BACA JUGA:  City, Liverpool, Newcastle dan Brentford Menang

Gol penyama kedudukan. Goodison meledak. Everton selamat. Peluit akhir berbunyi. Skor 1-1. Bukan kemenangan, tapi cukup untuk menahan badai.

Dan di Hill Dickinson, setidaknya malam itu, pemberontakan berhasil dicegah.(maq)