Milan Terpeleset di San Siro dan Nyaris Kalah

Pulisic sempat mencetak gol tapi dianulir. Foto: via ESPN

edisiana.com – AC Milan membuang peluang emas untuk menempel Inter di puncak Serie A. Bermain di hadapan publik sendiri, Rossoneri hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Genoa dalam laga yang berakhir dengan ketegangan, kontroversi, dan penyesalan.

San Siro nyaris meledak sejak menit awal. Matteo Gabbia hampir membuka skor lewat sundulan hasil umpan silang Christian Pulisic, tetapi mistar gawang menjadi musuh pertama Milan malam itu.

Dan seperti hukum tak tertulis dalam sepak bola: siapa yang gagal mencetak gol, akan dihukum.

BACA JUGA:  Al Ain Siap Hadapi Manchester City di Piala Dunia Antarklub

Menit ke-28, Genoa mengejutkan stadion. Ruslan Malinovskyi mengirim umpan silang brilian yang disambut Lorenzo Colombo dengan sentuhan kaki bagian luar dari jarak dekat.

Gol mantan pemain Milan itu terasa menyakitkan—dan sang striker tahu betul artinya. Ia tak merayakan, hanya mengangkat tangan, meminta maaf kepada tifosi Rossoneri.

Milan menekan tanpa henti. Pada menit ke-59, Pulisic sempat merayakan gol penyama kedudukan. Namun euforia itu dipatahkan VAR. Bola dinilai mengenai lengannya, bukan kepalanya. Gol dianulir.

Frustrasi kembali menyelimuti San Siro.
Drama sesungguhnya baru tiba di menit-menit akhir. Rafael Leão akhirnya menyamakan skor lewat sundulan dari situasi sepak pojok.

BACA JUGA:  Prediksi: Newcastle Versus City 0-2

Stadion kembali hidup. Belum sempat Milan bernapas lega, Genoa mendapat hadiah penalti setelah Davide Bartesaghi melanggar Mikael Ellertsson di kotak terlarang. Nafas tertahan. Sunyi.

Namun dewi fortuna kali ini berpihak pada Milan—Nicolae Claudiu Stanciu mengeksekusi penalti terlalu tinggi. Bola melambung. Genoa gagal mencuri kemenangan.

Peluit akhir berbunyi. Skor imbang. Milan kehilangan dua poin berharga. Melansir ESPN, Genoa tetap terjebak dalam tren buruk—lima laga tanpa kemenangan, hanya unggul tiga poin dari zona degradasi.

BACA JUGA:  Chelsea Masih Menjadi Penantang City dan Liverpool dalam Merebut Gelar

Malam yang penuh peluang, kesalahan, dan takdir yang enggan berpihak.(maq)