Freiburg Tembus Final Eropa Perdana Usai Tekuk Braga 3-1 di Europa Park

Lukas Kübler saat mencetak gol untuk Freiburg. Foto: via BBC

edisiana.com – Klub Jerman, SC Freiburg, mencatat sejarah penting dengan memastikan tiket ke final Eropa pertama mereka setelah menaklukkan wakil Portugal, SC Braga, 3-1 pada leg kedua semifinal Liga Europa di Stadion Europa-Park, Kamis (waktu setempat).

Laga berlangsung ketat sejak awal, namun Freiburg mampu membuka keunggulan lewat situasi yang sedikit berbau keberuntungan.

Sundulan Lukas Kübler yang mengenai lututnya justru berbuah gol pembuka bagi tuan rumah. Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Yohan Manzambi menjelang turun minum.

Gelandang muda itu tampil memukau dengan aksi individu di luar kotak penalti. Ia  melepaskan tembakan melengkung kaki kanan yang tak mampu dijangkau kiper Braga, Lukas Hornicek.

Gol indah tersebut disambut sorakan meriah suporter Freiburg di tribun stadion.

Braga sempat memberikan ancaman melalui Victor Gómez yang berhasil melewati kiper Noah Atubolu, namun sepakannya hanya membentur tiang gawang di penghujung babak pertama. Freiburg pun beruntung masih menjaga keunggulan.

Memasuki babak kedua, Vincenzo Grifo nyaris memperlebar jarak, tetapi lagi-lagi tiang gawang menggagalkan upayanya melalui tembakan mendatar dari jarak dekat.

Braga terus berupaya menekan, namun kiper Hornicek tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan ganda dari peluang Igor Matanovic dan Matthias Ginter saat laga menyisakan sekitar 20 menit.

Freiburg akhirnya memastikan kemenangan lewat gol kedua Kübler yang tercipta melalui sundulan jarak dekat, memperlebar keunggulan menjadi 3-0.

Braga sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Pau Victor tujuh menit kemudian. Namun, gol tersebut tak cukup untuk membalikkan keadaan, dan Freiburg tetap unggul hingga peluit akhir dibunyikan.

Melansir BBC, mereka memastikan langkah Freiburg ke final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, sekaligus mengakhiri perjalanan Braga di turnamen musim ini di bawah asuhan Carlos Vicens.(maq)

Exit mobile version