Cerita Dongeng Mbappe Tanpa Trofi Champions Bersama PSG

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique mencoba menghibur Mbappe yang terpukul karena kalah 1-0 dari Dortmund di semifinal Liga Champions. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Kylian Mbappe menutup karir di Paris Saint-Germain tanpa gelar Liga Champions setelah disingkirkan Borrusia Dortmund di semifinal Champions pada Rabu ini. Bintang Paris itu akan pindah ke Madrid pada akhir musim ini.

Paris Saint-Germain kalah di dua leg. Pertama di kandang Dortmund pada pekan kemarin dan kedua di kandangnya sendiri dinihari tadi. Dengan skor sama persis 1-0.

“Kylian Mbappe tampak terpukul, dan saya tidak terkejut.Sepertinya ini bisa menjadi  tahun terakhir di PSG, dan dia akan memasuki matahari terbenam tanpa trofi perpisahan Liga Champions,” terang Ally McCoist, mantan penyerang Rangers, berbicara di TNT Sports via Daylimail.

Dia menambahkan pada pertandingan dua leg tersebut, Mbappe tidak tampil maksimal saat PSG sangat membutuhkannya. Dan justru Dortmund bisa mencuri poin.

“Borussia Dortmund berhasil membatalkan keinginan PSG. Dan dia akan meninggalkan klub tanpa trofi yang paling mereka idamkan,” ujar McCoist.

Laga semifinal ini menjadi laga terakhir Mbappe bersama PSG yang menjadi dongeng tanpa trofi Champions. Karena dikabarkan Mbappe dan Madrid telah melakukan persetujuan.

Beda dengan Marco Reus. Selangkah lagi dia mendapatkan hadiah perpisahan yang sempurna, yakni trofi Liga Champions.

Legenda Borussia Dortmund mengumumkan dia akan meninggalkan klub pada akhir musim pada minggu lalu. Dan pertandingan terakhirnya untuk Dortmund adalah di final Liga Champions.

Reus, seperti Mats Hummels, juga menjadi starter di Wembley 11 tahun lalu. Dia akan sangat ingin menebus malam keputusasaan itu.

Sementara pelatih Dortmund Edin Terzic mengatakan kemenangan ini menjadi momen yang sangat membanggakan baik bagi dirinya dan klub.

“Saya sangat bangga dengan staf saya dan banyak tim. Mimpi itu belum berakhir. Kami sangat menderita, kami menunjukkan permainan tandang yang sangat bagus. Kami menjaga dua clean sheet, memenangkan kedua pertandingan, sulit dipercaya,” jelasnya.

“Babak kedua berlangsung penuh gairah, melakukan segalanya untuk memblok umpan silang dan memblok tembakan. Kedengarannya bagus (kami akan pergi ke Wembley),” tambahnya.(maq)

Exit mobile version