edisiana.com — Juventus menjalani malam yang sempurna di Allianz Stadium. Si Nyonya Tua menghajar juru kunci Pisa dengan skor telak 4-0 pada Sabtu malam, dalam laga yang menampilkan kilau bakat muda Kenan Yıldız.
Pemain asal Turki itu kembali menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu permata terbesar Juventus.
Ia menjadi otak serangan, mengatur ritme permainan sekaligus memberikan kontribusi langsung dengan satu assist dan satu gol.
Setelah babak pertama yang relatif terkendali, Juventus mulai benar-benar membuka jarak setelah turun minum.
Pada menit ke-54, Yıldız mengirim umpan silang tajam yang membelah pertahanan Pisa. Bola disambut oleh Andrea Cambiaso yang datang dari sisi sayap berlawanan dan menuntaskannya dengan tenang untuk menggandakan keunggulan.
Gol itu praktis mematahkan perlawanan tim tamu.Thuram menambah penderitaan
Juventus terus menekan. Sepuluh menit kemudian, giliran Khéphren Thuram yang mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari tembakan keras Manuel Locatelli yang membentur tiang gawang, bola muntah jatuh tepat di hadapan Thuram.
Tanpa kesulitan, ia menyambarnya untuk membuat skor menjadi 3-0 pada menit ke-65.
Yıldız menutup penampilan gemilang
Penampilan impresif Yıldız akhirnya disempurnakan dengan golnya sendiri.
Menit ke-75, ia menerima umpan dari Francisco Conceição di tepi kotak penalti.
Dengan kontrol cepat dan penyelesaian akurat, pemain berusia 20 tahun itu menaklukkan kiper Pisa dan memastikan Juventus unggul jauh. Namun pesta gol belum selesai.
Di masa tambahan waktu, Jeremie Boga menutup malam yang membahagiakan bagi publik Turin dengan gol keempat — sebuah kontras dengan malam pahit yang harus dibawa pulang tim tamu ke Tuscany.
Tetap dalam perburuan Liga Champions
Menurut laporan MD, kemenangan ini membuat Juventus tetap bertahan dalam perburuan tiket UEFA Champions League.
Si Nyonya Tua kini hanya terpaut satu poin dari zona yang mereka incar, sambil menunggu hasil pertandingan AS Roma yang akan bertandang ke markas Genoa pada Minggu malam.
Bagi Juventus, ini bukan sekadar kemenangan besar — tetapi juga pernyataan bahwa mereka masih sangat hidup dalam perburuan empat besar.(maq)
