edisiana.com — Malam penuh intensitas tersaji di Metropolitano. Atlético de Madrid akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menundukkan Real Sociedad dengan skor 3-2 dalam laga LaLiga yang berlangsung cepat, keras, dan penuh tekanan.
Pertandingan bahkan belum benar-benar “tenang” ketika papan skor sudah berubah.
Gol cepat dari lemparan ke dalam
Kesalahan sederhana langsung dihukum. Pada menit kelima, Yangel Herrera kehilangan bola akibat umpan balik ceroboh.
Situasi itu memberi Atlético lemparan ke dalam yang praktis berubah menjadi sepak pojok.
Giuliano melempar bola jauh ke kotak penalti, José María Giménez menyambut dengan sundulan, dan Alexander Sørloth bereaksi paling cepat.
Striker Norwegia itu menyontek bola di depan Jon Martín untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Namun La Real tidak butuh waktu lama untuk membalas. Serangan vertikal dimulai dari Duje Ćaleta‑Car yang mengirim umpan terobosan kepada Ander Barrenetxea.
Bola mengalir cepat melalui Carlos Soler sebelum sampai ke kaki Luka Sučić.
Gelandang Kroasia itu melakukan kombinasi satu-dua, mengontrol bola, lalu dengan dua sentuhan elegan melengkungkan bola ke sudut atas gawang Jan Oblak. Menit ke-9: 1-1.
Meski berhasil menyamakan skor, Real Sociedad kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tinggi dari pasukan Diego Simeone membuat tim tamu sering kehilangan bola saat mencoba membangun serangan dari belakang.
Atlético beberapa kali mengancam lewat bola mati. Sørloth kembali menyundul bola dari lemparan ke dalam, sementara Giménez nyaris mencetak gol lewat sundulan yang melewati Ćaleta-Car, tetapi bola melambung di atas mistar.
Di sisi sayap, tuan rumah juga menemukan ruang dan berulang kali mengirim umpan silang berbahaya, termasuk kepada Ademola Lookman.
Menjelang turun minum, pada menit ke-41, Sørloth mendapatkan peluang keempatnya malam itu, namun penyelesaiannya tidak sempurna.
Babak kedua: tiga gol dalam sekejap
Tekanan Atlético berlanjut selepas jeda. Pada menit ke-67, kerja sama indah terjadi.
Antoine Griezmann memberikan umpan tumit brilian yang diterima Nico González.
Tanpa ragu, gelandang itu menuntaskannya dengan penyelesaian bersih: 2-1 untuk Atlético.
Namun drama langsung terjadi.
Hanya satu menit berselang, kapten Sociedad Mikel Oyarzabal memanfaatkan celah di pertahanan tuan rumah dan menaklukkan Oblak. Skor kembali imbang 2-2.
Ketika pertandingan tampak menuju akhir yang tegang, Atlético menemukan momen penentu.
Umpan silang datang dari Matteo Ruggeri, dan sekali lagi Nico González berada di tempat yang tepat. Sentuhan akhirnya memastikan bola masuk ke gawang dan membawa Atlético kembali unggul 3-2.
Gol itu menjadi penutup malam yang penuh tekanan di Metropolitano. Melansir MD, kemenangan yang lahir dari intensitas, bola mati, dan determinasi khas tim Simeone.(maq)
