Bola  

Bedanya Liga Inggris, Serie-A, Bundesliga dan Ligue 1

Pep Guardiola mengarahkan pemain saat menghadapi Manchester United di Etihad. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Musim ini Liga Inggris bersaing ketat. Tiga klub sama-sama punya kans meraih trofi. Jarak poinnya pun tipis. Satu poin saja di antara masing – masing tim.

Liverpool yang duduk di tahta klasemen mengantongi 63 poin. Manchester City angkanya 62 dan Arsenal memperoleh 61 poin. Hanya beda satu pertandingan.

Sangat mencolok di Serie A Italia. Inter Milan sangat jauh meninggalkan Juventus di posisi runner-up. Beda 15 poin antara keduanya. Sudah bisa diprediksi tim asuhan Inzaghi ini meraih Scudetto.

Begitu juga edisiana mencatat di Bundesliga. Bayer Leverkusen sekarang memegang tahta di puncak klasemen. Dalam dua bulan ini. Bahkan sempat berjarak 11 poin dengan rivalnya Bayern Munich. Tapi sekarang tinggal 10 poin saja usai Munchen bermain seri akhir pekan kemarin.

Cukup memenangkan lima atau enam pertandingan dari 10 laga tersisa, tentu Leverkusen bisa menyabet gelar juara Bundesliga. Yang dalam satu dekade ini dikuasai Bavaria.

Sama juga di Ligue 1. Paris Saint-Germain tidak terbendung untuk mempertahankan gelar domestik. Mereka tidak turun-turun dari pemuncak klasemen. Mengumpulkan 55 poin dalam 24 pertandingan. Dengan tujuh kali seri dan satu kali kalah. Mereka beda sembilan poin dengan Brest di posisi dua.

Beda banget dengan Premier League. Yang sulit diprediksi. Karena masih tiga klub yang bersaing ketat. Liverpool, juara bertahan Manchester City dan Arsenal serius mengejar gelar. Mereka ini mengantongi 63, 62, dan 61 poin.

Musim lalu hanya City dan Arsenal yang berlomba berburu gelar. Mereka saling salip di puncak klasemen. Namun tim besutan Pep Guardiola meraih garis finis duluan.

Kini The Gunners bisa naik ke puncak klasemen untuk pertama kalinya pada tahun 2024. Tapi tergantung Meriam London bisa mengalahkan Brentford pada hari Sabtu mendatang. Dan diprediksi bisa. Lantaran Si Lebah tampil kurang menyakinkan musim ini. Sering kalah.

Juga tergantung pada pertandingan Manchester City versus Liverpool pada hari Minggunya. Kalau mereka bermain seri maka beruntunglah Arsenal. Tapi tentu mustahil. Mengingat ke The Blue dan The Reds berada di kondisi on fire.

Jikalau ditilik head to head dalam lima laga terakhir di Etihad mereka cukup imbang. City menang dua kali, dua kali seri dan sekali Liverpool menang.

Dan bermain di Anfield, Liverpool slalu dominan. Musim lalu City tidak pernah menang. Dua kali pertemuan melawan tim asuhan Jurgen Klopp, Citizen kalah terus. Musim ini di pertemuan pertama mereka bermain imbang 1-1 di Etihad.

Namun laga big match pada akhir pekan ini,  di Anfield. City sedikit diuntungkan. Sejumlah pemain inti mengalami cedera. Tapi Darwin Nunez dan Salah sudah mulai sembuh yang diperkirakan bisa bermain. Pemain asal Mesir itu acap kali menjadi batu sandungan bagi Haaland dkk. Tapi hasil seri sudah menjadi pilihan ideal.

Ini menjadi harapan Mikel Arteta. Sebab jika sudah di atas klasemen, menjadi motivasi kuat bagi skuadnya apalagi dikuntit Liverpool dan Man.City. Apalagi terakhir meraih trofi liga Inggris pada 2004 silam. Gelar Liga Inggris ini sudah sangat dirindukan bagi klub dan juga fans. Oke gas.. Arsenal!(A Rabas)

BACA JUGA:  Okto Ikut Turnamen di Karimun