edisiana.com – Paris FC mulai menunjukkan taringnya di Ligue 1. Rival sekota Paris Saint-Germain itu membuat kejutan besar dengan menaklukkan Marseille 3-2 di kandang lawan, Stade Vélodrome, Senin dini hari WIB.
Laga baru berjalan satu menit, Paris FC sudah memberikan pukulan telak kepada tuan rumah. Lassine Sinayoko membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan Luca Koleosho.
Sepakannya sukses mengoyak gawang Marseille dan membuat publik Vélodrome terdiam.
Marseille tak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Amine Gouiri menyamakan kedudukan setelah melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang.
Paris FC kembali berada di depan. Sinayoko mencetak gol keduanya dalam laga tersebut. Berawal dari situasi sepak pojok, Pablo Pagis mengirimkan umpan silang matang yang langsung disambut sundulan Sinayoko. Bola meluncur ke sudut kanan bawah gawang Marseille.
Tuan rumah kembali menunjukkan perlawanan setelah memasuki babak kedua. Gouiri menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Paris FC dengan mencetak gol keduanya.
Amine Harit menjadi kreator lewat umpan matang yang disambut Gouiri dari jarak sekitar enam yard. Bola kemudian ditempatkan ke sudut kiri atas gawang.
Kedudukan 2-2 membuat laga kian panas. Kedua tim saling jual beli serangan hingga memasuki menit-menit akhir.
Drama akhirnya berpihak kepada Paris FC. Menjelang pertandingan berakhir, Sinayoko mendapat kesempatan melalui titik putih. Penyerang tersebut menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Gol penalti itu menjadi gol ketiganya malam itu sekaligus memastikan kemenangan Paris FC 3-2 atas Marseille.
Hattrick Sinayoko pun menjadi pembeda dalam duel sengit di Vélodrome. Paris FC pulang dengan tiga poin sekaligus mengirim sinyal bahwa mereka bukan sekadar penghuni baru Ligue 1 yang bisa dipandang sebelah mata.(maq)











