edisiana.com — Arsenal kembali menunjukkan mental juara. The Gunners berhasil membalikkan keadaan dan menaklukkan Chelsea 2-1 dalam duel mendebarkan di Stadion Emirates, Ahad malam.
Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Arsenal atas rival London mereka sekaligus memperpanjang mimpi buruk Chelsea di kandang The Gunners.
Chelsea langsung memberikan kejutan ketika pertandingan baru berjalan satu menit. Morgan Rogers memanfaatkan bola hasil tendangan bebas Reece James yang gagal dibersihkan lini belakang Arsenal.
Tanpa pikir panjang, Rogers melepaskan tendangan voli yang menghujam gawang David Raya.
Gol kilat itu justru membangunkan Arsenal. Setelah tertinggal, pasukan Xabi Alonso dipaksa bertahan menghadapi gelombang serangan demi serangan dari tuan rumah.
Bukayo Saka hampir menyamakan kedudukan, tetapi Emiliano Martinez tampil sigap untuk menggagalkan peluang winger Arsenal tersebut. Jorrel Hato dan Wesley Fofana juga harus turun tangan dengan blok-blok krusial demi mempertahankan keunggulan Chelsea.
Namun tekanan Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Kai Havertz muncul sebagai penyelamat. Penyerang Arsenal itu berhasil menemukan celah dan menaklukkan Martinez di tiang dekat untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Pertandingan kemudian berubah menjadi duel kelas atas dengan tempo tinggi. Chelsea tak tinggal diam dan hampir kembali memimpin. Reece James melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Raya melakukan penyelamatan penting.
Pedro Neto bahkan nyaris mencetak gol spektakuler. Setelah melakukan solo run luar biasa, pemain Chelsea itu melepaskan tembakan yang hanya membentur tiang gawang Arsenal.
Dan ketika pertandingan memasuki babak kedua, Arsenal akhirnya menyelesaikan comeback mereka.
Martin Odegaard mencetak gol pada menit ke-50. Sang kapten memanfaatkan gerakan tipuan cerdik Havertz sebelum menaklukkan Martinez dan membawa Arsenal berbalik unggul 2-1.
Chelsea terus mencari jalan keluar hingga menit-menit terakhir. Pemain pengganti Estevao bahkan sempat mengira dirinya telah menjadi pahlawan dengan gol penyama kedudukan.
Tetapi Raya berkata lain. Kiper Arsenal itu kembali menunjukkan refleks luar biasa dengan ujung jarinya untuk menggagalkan peluang tersebut. Sebuah penyelamatan yang menjadi simbol kemenangan Arsenal dan sekaligus pukulan terakhir bagi Chelsea.
Peluit akhir memastikan Arsenal mempertahankan keunggulan 2-1. Bagi Chelsea, melansir BBC, kekalahan ini terasa semakin menyakitkan: The Blues kini menelan kekalahan liga kelima secara beruntun saat bertandang ke Stadion Emirates.(maq)
