APBD Batam 2027 Dirancang Rp4,7 Triliun, Lima Program Jadi Prioritas

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat menyampaikan rancangan APBD 2027 di sidang Paripurna DPRD Batam. Foto: MCB

edisiana.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam merancang pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp4,7 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Rencana itu disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (7/9/2026).

Dari total pendapatan daerah yang dirancang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp3 triliun. Kemudian, pendapatan transfer sebesar Rp1,7 triliun. Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah dirancang sebesar Rp200 juta.

Amsakar mengatakan, kebijakan APBD 2027 disusun dengan orientasi pada percepatan pembangunan sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Arah kebijakan tersebut dituangkan dalam lima fokus prioritas.

“Kebijakan tersebut dituangkan dalam lima fokus prioritas,” ujarnya dinukil dari MCB pada hari ini.

Prioritas pertama adalah pengentasan kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial. Pemko Batam menyiapkan sejumlah program, mulai subsidi bunga pinjaman 0 persen bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP Batam hingga bantuan sosial bagi lanjut usia (lansia).

Pemko juga menyiapkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Sasaran program ini antara lain pengemudi transportasi daring, pengemudi boat pancung, nelayan, hingga petani.

Upaya perlindungan sosial tersebut juga dilengkapi dengan subsidi sembako sebagai bagian dari pengendalian inflasi. Di sektor kelautan dan perikanan, pemerintah juga memperkuat sarana dan prasarana bagi nelayan.

Prioritas kedua menyasar peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM). Programnya mencakup pelatihan tenaga kerja, baik keterampilan teknis maupun nonteknis.

Selain itu, Pemko Batam mendorong pemberdayaan industri, peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan kemudahan dalam fasilitasi perizinan usaha.

Selanjutnya, prioritas ketiga berupa penguatan inklusi sosial dan infrastruktur lingkungan. Salah satu perhatian utama adalah penanganan banjir secara terpadu di sejumlah kawasan.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain Puri Loka, Senawangi, Vila Pesona Asri, Graha Nusa–Kapling Baru, Putrajaya, Pompa Bengkong, dan Tiban Center.

Prioritas keempat diarahkan pada peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, Pemko Batam menyiapkan penyaluran beasiswa serta bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP.

Pemko juga menyiapkan beasiswa perguruan tinggi di tujuh perguruan tinggi negeri (PTN). Beasiswa tersebut diberikan melalui jalur undangan, jalur berprestasi bagi keluarga tidak mampu, serta jalur hinterland.

Selain beasiswa, anggaran pendidikan juga diarahkan untuk penambahan ruang kelas baru (RKB). Sementara di sektor kesehatan, pemerintah menargetkan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sekaligus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Embung Fatimah dan puskesmas.

Adapun prioritas kelima adalah optimalisasi sarana dasar dan aksesibilitas. Sejumlah proyek infrastruktur masuk dalam perhatian Pemko Batam untuk mendukung konektivitas dan pelayanan masyarakat.

Pembangunan tersebut antara lain unit sekolah baru (USB), Jembatan Golden Prawn Bengkong, penataan Gedung Lurah Sukajadi dan Tiban Lama, serta peningkatan sejumlah ruas jalan strategis.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi sasaran peningkatan meliputi Bumi Perkemahan–Teluk Lengung, Simpang Tiban Princess, Gajah Mada–Diponegoro, serta koridor Sikitshu–SMA 3–Hang Nadim.

Melalui lima fokus tersebut, Pemko Batam berharap APBD 2027 tidak sekadar menjadi instrumen penganggaran, tetapi juga mampu mempercepat pembangunan sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.(*)

Exit mobile version