edisiana.com – Manchester United mencatat sejarah buruk di Selhurst Park. Tim besutan Erik Ten Hag ini dihajar 4-0 oleh Crystal Palace pada dinihari tadi.
Kekalahan ini merupakan pertama kalinya di era Liga Premier United kalah 13 pertandingan dalam satu musim, dan skornya mungkin lebih buruk.
Dalam pertandingan pekan ke-35 itu Palace menemukan alurnya di bawah manajer baru Oliver Glasner. Sementara Manchester United tertatih-tatih menuju akhir musim. Semakin memastikan tidak bisa masuk Champions.
Tim tuan rumah memimpin dalam waktu 12 menit, dengan terlalu mudah. Ketika Michael Olise menerima lemparan dan menghindari tantangan lemah dari Casemiro.
Tanpa ada pemain United yang mencoba menutupnya, ia mampu melepaskan tembakan rendah dari dalam kotak.
United menguasai bola dari sundulan Casemiro, tetapi upaya itu dianulir setelah Rasmus Højlund melakukan kontak dengan kiper Istana Dean Henderson.
Skor menjadi 2-0 untuk tim tuan rumah lima menit sebelum turun minum. Mateta melewati bek United Jonny Evans dan memasukkan bola ke gawang untuk mencetak gol kesembilan dalam 11 pertandingan sejak kedatangan Glasner pada Februari.
Pertahanan United kesulitan menahan pergerakan tuan rumah. Apalagi Diogo Dalot gagal menghalau bola ke tiang belakang, Mitchell melakukan tap-in untuk mengantri untuk mencetak gol.
Gol kedua Olise semakin memperparah luka Setan Merah dan keadaan bisa menjadi lebih buruk lagi bagi tim tamu. Tembakan Odsonne Édouard membentur tiang gawang di penghujung pertandingan.
“Kekecewaan besar. Padahal kami baru saja menjalani hari libur. Kami mencoba melakukan apa yang kami bisa, tapi kami tidak cukup bagus. Kami yang akan disalahkan sebagai pemain,” ujar Christian Eriksen, pemain Manchester United dinukil dari ESPN.
Kendati kalah United tetap berada di peringkat kedelapan dengan 54 poin dari 35 pertandingan. Mereka tertinggal dua poin dari Newcastle United di peringkat keenam.
Sedangkan Palace masih berada di peringkat ke-14 dengan 43 poin dari 36 pertandingan.(maq)










