Misi Mustahil Manchester City

Pep Guardiola mengarahkan pemain saat menghadapi Manchester United di Etihad. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Pep Guardiola dalam kepercayaan diri yang tinggi menjelang datang ke Anfield, markas Liverpool pada Minggu, 10 Maret. Sementara tim Merseyside lagi tidak menyenangkan karena pemainnya banyak cedera.

Pertandingan pada Ahad malam itu menjadi kesempatan bagi City untuk naik ke puncak klasemen. Jika mereka bisa menundukkan tuan rumah.

Pep Guardiola diprediksi akan menurunkan Rodri, De Bruyne, Silva, Foden dan Haaland akan menjadi lima dari enam pemain depan. Mereka diistirahatkan dalam menjamu Kopenhagen pada Kamis dinihari.

Dan posisi terakhir bisa saja dipasang Mateo Kovacic untuk mengendalikan lini tengah bersama Rodri. Julian Alvarez akan dipertimbangkan jika City menginginkan tekanan yang tinggi.

Musim lalu, Guardiola dituduh melakukan hal itu saat menghadapi Liverpool. Terutama saat dia memainkan Ilkay Gundogan di sayap untuk pertandingan Liga Champions di Anfield. Dan akhirnya City kalah 3-0.

Namun musim ini terasa seperti Guardiola yang berbeda. City yang percaya diri menyadari bahwa mereka akan membuat sejarah jika mempertahankan gelar liga. Tapi misi itu terasa mustahil mengingat tidak ada tim yang menang empat kali berturut-turut dalam 150 tahun kejuaraan Liga Inggris.

Dalam dua musim tersebut, City unggul satu poin dari Liverpool setelah duel epik. Kali ini kehadiran Arsenal semakin menambah intrik.

Meskipun demikian, City tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan. Dan merupakan pemenang dan harus dikalahkan. Meskipun mereka mengalami beberapa cedera dengan Jack Grealish dan Jeremy Doku,

Dibandingkan dengan Liverpool yang tidak akan diperkuat Alisson, Trent Alexander- Arnold, Diogo Jota dan beberapa lainnya.

Salah akan diuji melawan Praha pada dinihari nanti. Dia sudah mengatasi masalah ototnya yang pertama kali dialaminya di Piala Afrika.

Pertandingan ini akan menjadi persaingan nyata dengan banyak ketegangan antara kedua kelompok pendukung. Guardiola akan berada di wilayah musuh tetapi sepertinya tidak merasa terganggu.

“Kami membutuhkan seluruh skuad kami tahun ini. Semua orang telah berkontribusi dan di musim berikutnya kami bermain imbang dengan delapan tim terbaik di Eropa,” kata Guardiola dikutip dari Daylimail pada hari ini.

“Penonton kami senang kami berada di semua kompetisi. Dan pada hari Jumat, saya akan menjawab tentang Liverpool!” ucapnya.(maq)

Exit mobile version