edisiana.com – Duel Derby Milan di final Piala Super Italia yang diselenggarakan di Riyadh berlangsung menegangkan. Namun AC Milan akhirnya menyabet juara dengan menaklukkan Inter 3-2 pada Selasa dinihari tadi.
Laga diawali dengan pertunjukan cahaya spektakuler di Stadion King Saud University. Dan pertandingan baru benar-benar meriah di detik-detik terakhir babak pembuka.
Mehdi Taremi memberikan umpan kepada Lautaro Martínez yang melintasi kotak penalti. Lalu Martinez menggunakan gerakan kaki yang rapi untuk mengelabui Malick Thiaw.
Dan melepaskan tembakan rendah melewati kaki Theo Hernández, yang berhasil menaklukkan Mike Maignan di tiang dekatnya.
Dua menit setelah jeda Inter melanjutkan apa yang mereka tinggalkan. Stefan de Vrij memainkan umpan panjang ke atas yang dikontrol Taremi dengan indah
Dia melepaskan tembakan melengkung ke sudut bawah untuk menggandakan keunggulan mereka.
Milan baru merespons setelah memasukkan Rafael Leão. Dengan mendapatkan tendangan bebas di luar kotak penalti yang kemudian ditepis Hernandez. Tapi melewati tembok dan masuk ke dalam tiang untuk membuka kembali kedudukan.
Milan yang bangkit kembali berusaha menyamakan kedudukan. Tendangan Tijjani Reijnders diblok oleh wajah Alessandro Bastoni. Kiper Inter Yann Sommer melakukan penyelamatan bagus dari sundulan Álvaro Morata.
Inter kemudian mempunyai peluang untuk merestorasi keunggulan dua gol mereka. Tapi sundulan Carlos Augusto dari jarak dekat membentur tiang kanan dan jatuh ke pelukan Maignan di garis gawang.
Akhirnya Milan mampu menyamakan kedudukan saat waktu tersisa 10 menit.
Saat Pulisic, dikelilingi oleh tiga pemain Inter, mengendalikan umpan silang dari Hernandez.
Lantas mengarahkan tembakannya ke sudut jauh. Dengan waktu yang sudah mepet seakan pertandingan ditentukan melalui adu penalti, tanpa ada waktu tambahan yang bisa dimainkan.
Tapi Milan terus menekan dan mereka mendapat ganjarannya ketika Leao mengirim bola melewati gawang. Abraham, pemain pengganti lainnya, berada di sana untuk melakukan tendangan paling sederhana untuk menghancurkan hati Inter.
“Kami bermain dengan percaya diri, keberanian, dan rasa lapar.Kami adalah tim yang kuat,” Abraham dinukil dari ESPN pada hari ini.
Conceicao, yang menggantikan Paulo Fonseca yang dipecat pekan lalu, melakukan selebrasi liar bersama para pemainnya menyambut trofi Super Italia.(maq)
