Bola  

Kontroversi Balogun Menggema! Belgia Murka, FIFA Bertahan pada Keputusan

Doku saat melewati pemain Amerika Serikat dalam pertandingan persahabatan melawan Belgia. Foto: via ESPN

edisiana.com – Keputusan FIFA mengizinkan Folarin Balogun tampil membela Amerika Serikat pada laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia memicu gelombang kontroversi. Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menilai keputusan tersebut bertentangan dengan regulasi yang berlaku dan kini tengah mempertimbangkan langkah lanjutan.

RBFA mengaku terkejut dengan keputusan FIFA. Menurut federasi tersebut, seluruh kartu merah yang dikeluarkan sepanjang Piala Dunia seharusnya secara otomatis berujung pada hukuman skorsing.

Federasi Belgia juga menegaskan bahwa ketentuan tersebut telah ditegaskan kembali oleh FIFA kepada seluruh negara peserta pada Mei lalu sebagai bagian dari regulasi resmi kompetisi.

“Untuk melindungi hak-hak sah semua tim yang berpartisipasi dan menjaga prinsip-prinsip dasar fair play dalam olahraga kita, baik di Piala Dunia FIFA ini maupun pada edisi-edisi mendatang, RBFA sedang menyelidiki semua opsi yang mungkin,” tulis RBFA dalam pernyataan resminya dikutip dari BBC pada hari ini.

Di sisi lain, FIFA bersikeras bahwa keputusan tersebut sepenuhnya sesuai dengan Kode Disiplin FIFA.

“Sesuai dengan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, penerapan larangan pertandingan ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun,” tulis FIFA dalam pernyataannya.

FIFA menambahkan bahwa apabila Balogun kembali melakukan pelanggaran dengan sifat dan tingkat keparahan yang sama selama masa percobaan, penangguhan itu akan dicabut dan hukuman skorsing langsung diberlakukan, tanpa mengurangi sanksi tambahan atas pelanggaran baru tersebut.

Kontroversi ini bahkan menarik perhatian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyampaikan apresiasi kepada FIFA atas keputusan tersebut.

“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar! Presiden DONALD J. TRUMP,” tulis Trump.(maq)

Exit mobile version