edisiana.com – Duel final Liga Champion tinggal hitungan hari. Manchester City dan Inter Milan akan merebut piala paling bergengsi di Eropa. Yakni Champions.
Dua tim ini memiliki taktik yang bertolak belakang. City dengan total football dan menyerang. Sementara Inter dengan gaya miliki pertahanan yang tangguh dan serangan balik.
Namun ada pengalaman menarik dari guru Pep Guardiola, John Cruyff untuk menembus tembok beton pertahanan tersebut. Yakni dengan total football.
Pada tahun 1970 itu Cruyff yang bermain untuk Ajak berhasil mengalahkan Inter yang suka menggunakan taktik parkir bus. Dengan memasang lima bek di lini belakang.
Cruyff akhirnya pindah ke Barcelona. Dia menggerakkan rangkaian peristiwa yang akhirnya sebagai pelatih dan menginspirasi begitu banyak pemainnya termasuk Guardiola, yang sekarang melakukan hal yang sama.

“Orang bisa berdebat tentang siapa pemain terbaik yang pernah ada,”kata Gary Thacker, penulis buku teori total football seperti dilansir Daylimail pada hari ini.
“Diego Maradona, Pele, Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tapi sulit untuk membantah bahwa Cruyff bukanlah pesepakbola paling berpengaruh sepanjang masa,” tambahnya.
Gaya sepak bola total football dipakai Ajax di awal 70-an dan gaya mereka menyebar ke luar Belanda di bawah filosofi Total Football yang luas.
Sekarang terbukti Manchester City yang diasuh Pep Guardiola dengan telah memenang tropi Liga Inggris dan FA. Dan tinggal satu lagi untuk merebut Piala Champions.
Betapa pasnya gaya ini jika mereka melakukannya melawan Inter Milan di Istanbul pada 10 Juni mendatang. Jika berhasil merupakan kemenangan pertama Guardiola dalam kompetisi sejak meninggalkan Barcelona setelah setengah abad Cruyff, sebagai mentornya.
Untuk mengangkat trofi ketiga kalinya dan terakhir kalinya sebelum meninggalkan Belanda ke Nou Camp, menyebarkan sepak bola yang dimainkan di bawah Rinus Michels dan Stefan Kovacs, legenda Ajax.
Benang emas berjalan selama 50 tahun terakhir ini menghubungkan Ajax-nya Cruyff, melalui Barca, ke City-nya Guardiola.
Dan bukan kebetulan sebuah foto besar Cruyff muda mendominasi dinding di kantor manajer di Stadion Etihad.(maq)










