edisiana.com – Tottenham Hotspur kembali tenggelam dalam krisis. Kekalahan 1-3 dari rival sekota Crystal Palace dalam Derbi London yang berakhir pagi ini membuat situasi klub London utara semakin genting.
Tim asuhan Igor Tudor memulai pertandingan dengan tekanan besar. Sebelum kick-off, Spurs hanya terpaut satu poin dari zona degradasi setelah kemenangan tandang West Ham United atas Fulham pada hari Rabu membuat bayang-bayang turun kasta ke Championship semakin nyata.
Meski demikian, awal pertandingan sempat memberi harapan bagi pendukung Spurs.
Gol Ismaïla Sarr lebih dulu dianulir karena offside, sebelum lima menit kemudian Dominic Solanke membawa Tottenham unggul pada menit ke-34. Sejenak, keberuntungan tampak berpihak pada tuan rumah.
Namun semuanya berubah drastis. Bek Micky van de Ven menerima kartu merah setelah menarik Sarr secara terang-terangan di dalam kotak penalti.
Keputusan yang sulit dipahami itu membuat kapten pengganti Spurs harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Sarr kemudian menebus momen sebelumnya dengan sempurna.
Pemain Senegal itu mengeksekusi penalti dengan tenang sebelum mencetak gol keduanya menjelang turun minum, di tengah babak pertama yang kacau yang juga diwarnai gol tendangan rendah dari Jørgen Strand Larsen.
Di babak kedua, Tottenham mencoba bereaksi. Pasukan Tudor menunjukkan semangat dan berhasil menahan Palace tanpa tambahan gol. Namun kerusakan sudah terjadi.
Melansir ESPN, kekalahan ini menjadi yang kelima secara beruntun bagi Spurs. Meski mereka masih berada di posisi ke-16 dan secara teknis keluar dari zona degradasi, tekanan terhadap Tudor kini semakin besar.
Derbi London kali ini bukan sekadar kekalahan—ini adalah alarm keras bagi Tottenham yang terus meluncur menuju krisis.(maq)









