edisiana.com – Upaya modernisasi Pelabuhan Batu Ampar kembali melangkah maju. Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara Terminal Petikemas (TPK) Batu Ampar resmi dijalankan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi logistik Batam, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan kolaborasi antara BP Batam dan Batam Terminal Petikemas (BTP) dalam memperkuat pengelolaan operasional dan pengembangan Dermaga Utara.
Penandatanganan Perjanjian Operasi bersama Batu Ampar Container Terminal (BACT) semakin menegaskan sinergi tersebut dengan menghadirkan tata kelola terminal yang lebih terkoordinasi dan berorientasi peningkatan layanan.
Dalam sambutannya, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menegaskan bahwa transformasi ini telah dikaji secara mendalam sebagai jawaban atas dinamika industri global.
Saat ini, Batu Ampar menangani sekitar 84% arus peti kemas Batam, dengan volume mencapai 568.000 TEUs pada 2024.
“Transformasi Single Port Operator ini kami siapkan untuk membawa Batu Ampar menjadi pelabuhan modern yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. Dengan tata kelola berbasis teknologi, kami ingin memastikan Batu Ampar siap menghadapi pertumbuhan industri dan menjadi hub logistik yang kuat,” ujar Benny.
Pada sosialisasi tersebut, BACT juga memaparkan penyelarasan Standard Operating Procedures (SOP) baru. Mulai dari proses pra-kedatangan hingga koordinasi operasional di lapangan, seluruh alur ditata lebih cepat, akurat, dan konsisten guna memberikan peningkatan layanan yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh pemangku kepentingan.
Dari sisi operator, Hsin Kai Huang, CEO BACT, menegaskan komitmen perusahaan mendukung integrasi operasional ini.
“BACT berkomitmen penuh menghadirkan layanan yang lebih cepat, terarah, dan berstandar internasional. Integrasi bersama BTP memastikan peningkatan kualitas layanan dapat dirasakan nyata oleh seluruh pihak,” ujarnya.
Penekanan serupa disampaikan Capt. Basori Alwi, Direktur BTP, yang menutup rangkaian acara. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam transformasi ini.
“Perubahan hanya bisa berhasil bila kita melangkah bersama. BTP berkomitmen memberikan proses yang lebih sederhana, jelas, dan efisien. Pintu komunikasi kami selalu terbuka demi keberhasilan ekosistem pelabuhan,” katanya.
Saat ini Dermaga Utara diperkuat fasilitas modern, mulai dari panjang dermaga 1.032 meter, kapasitas 900.000 TEUs per tahun, hingga beragam peralatan seperti 5 quay crane, 12 rubber-tyred gantry crane, dan 10 electric terminal truck yang akan ditingkatkan menjadi 25 unit.
Modernisasi tersebut diproyeksikan mempercepat waktu sandar kapal, meningkatkan keandalan layanan, dan menurunkan biaya logistik.
Penerapan Single Port Operator di Batu Ampar diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan daya saing logistik Batam. Dengan struktur operasional yang lebih efisien dan terpusat, Pelabuhan Batu Ampar semakin siap menarik investasi, menggerakkan arus perdagangan, dan memberi dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi kota industri tersebut di masa mendatang.(*)











