edisiana.com — Lionel Messi akan menutup salah satu bab terindah dalam kariernya bersama tim nasional Argentina. Selasa, 6 Oktober 2026, Stadion Monumental menjadi panggung terakhir sang kapten untuk mengenakan jersey Albiceleste, saat Argentina menghadapi Benin dalam laga yang sekaligus menjadi malam perpisahan bagi sang legenda.
Lebih dari dua dekade Messi mengabdikan dirinya untuk Argentina. Sejak debutnya pada Agustus 2005, perjalanan pemain asal Rosario itu bersama tim nasional tidak selalu berjalan mulus. Namun, waktu akhirnya menempatkannya sebagai salah satu figur terbesar dalam sejarah sepak bola negaranya.
Messi meninggalkan Albiceleste dengan sederet rekor. Ia merupakan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina. Menjelang laga perpisahannya, La Pulga telah mencatat 207 pertandingan dan 125 gol, ditambah 68 assist.
Namun, menurut MD, warisan Messi tidak hanya tercermin melalui angka. Bersama Argentina, ia akhirnya berhasil mengangkat trofi-trofi yang selama bertahun-tahun begitu sulit diraih.
Puncaknya datang di Piala Dunia Qatar 2022, ketika Messi membawa Argentina menjadi juara dunia dan mengangkat trofi yang sejak lama menjadi impiannya.
Sebelumnya, Messi juga memimpin Argentina meraih Copa América 2021, sebelum kembali menjadi juara pada edisi 2024. Ia juga memenangkan Finalissima 2022 serta medali emas Olimpiade 2008.
Perjalanan itu membuat hubungan Messi dengan publik Argentina berubah secara dramatis. Dari sosok yang sempat mendapat kritik karena dianggap belum memberikan trofi besar, Messi akhirnya menjadi kapten yang membawa generasi Albiceleste merasakan periode paling suksesnya. Dan kini, waktunya tiba untuk mengucapkan selamat tinggal.
Messi sebenarnya telah mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari tim nasional pada 31 Agustus 2026. Dalam pesannya, ia mengatakan bahwa dirinya merasa sudah memberikan segalanya untuk jersey Argentina.
Namun, kesempatan untuk memainkan satu pertandingan terakhir diberikan kepadanya sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjangnya.
Laga melawan Benin di Monumental pun bukan sekadar pertandingan persahabatan. Ini adalah penutup sebuah era. Era seorang pemain yang selama lebih dari 20 tahun membawa nomor 10 Argentina, memecahkan rekor demi rekor, merasakan kegagalan, bangkit dari keterpurukan, hingga akhirnya mencapai puncak dunia.
Di Buenos Aires, Argentina akan mengucapkan selamat tinggal kepada Lionel Messi. Sang kapten pergi dari panggung internasional dengan rekor, trofi, dan kenangan yang akan sulit diulang.
Lebih dari dua dekade, 207 pertandingan, 125 gol, dan sederet trofi. Sebuah era Albiceleste akhirnya sampai pada halaman terakhirnya.(maq)
