edisiana.com – Mauricio Pochettino melepas kegembiraan selepas Cole Palmer mencetak kemenangan terhadap Manchester United 4-3 di Stamford Bridge, Jumat ini.
Luapan rasa senang itu baru pertama kali sejak pelatih asal Argentina itu mengasuh The Blues. Fans menilainya reaksi Pochettino di pinggir lapangan seperti badut.
“Saya harus tenang, sangat klinis dan analitis untuk membantu mereka dalam setiap aspek permainan. Di akhir pertandingan, tentu saja tunjukkan semangat seperti yang saya lakukan. Tapi ini bukan sirkus di mana membutuhkan badut untuk melakukan sesuatu di garis tepi lapangan,” ujarnya seperti dilansir MetroSports pada hari ini.
“Kami adalah salah satu tim termuda di Eropa, jadi kami sebagai staf pelatih harus tenang. Saya bukan badut, saya seorang pelatih. Jika seseorang menginginkan badut, pergilah dan cari badut,” ia menambahkan.
Bagi Pochettino untuk tetap tenang di tengah pertandingan tegang seperti melawan MU sangatlah sulit. Apalgi gol kemenangan Palmer pada menit ke-101 memecahkan rekor gol penentu kemenangan terbaru di Liga Premier.
Pochettino telah mengalami kesulitan untuk kembali ke Premier League sejak direkrut Mei lalu. Tapi tim Chelsea yang dilatihnya berada di peringkat 10 Liga Premier, berada dalam jarak yang sangat dekat dengan sepak bola Eropa. Karena mereka tertinggal lima poin dari Manchester United, yang berada di peringkat keenam.
“Dari kejadiannya. Itu tidak adil, perasaannya tidak begitu baik, mengapa kami kalah? Dalam sepak bola memang seperti ini, tapi dalam sepak bola akhirnya kami terus percaya,” jelasnya.
Menurut dia, sebelum memperoleh kemenangan, sempat berbicara dengan pemain. Kalau masih ada waktu dua menit untuk mencetak gol.
“Kami yakin kami bisa mencetak gol kemenangan. Itu adalah pertandingan yang harus dimenangkan jika kami ingin memperkecil jarak dengan tim di depan kami,” terangnya.
Setelah ini Chelsea bertandang melawan tim papan bawah Sheffield United pada hari Minggu. Yang Jumat dinihari, Sheffield dihajar Liverpool 3-1.(maq)
