edisiana.com – Matteo Politano menjadi simbol kebangkitan Napoli di Stadio Olimpico. Winger Italia itu mematahkan kutukan terbaru Partenopei di Roma dan menjadi motor utama kemenangan penting 0-2 atas Lazio, hasil yang mengukuhkan ambisi tim asuhan Antonio Conte dalam perburuan Scudetto.
Napoli langsung tampil tanpa rasa gentar. Gol pembuka hadir cepat pada menit ke-13, lahir dari kerja sama sayap kiri.
Matteo Politano mengirim umpan silang terukur ke jantung kotak penalti, dan Leonardo Spinazzola menyelesaikannya dengan tembakan terarah ke sudut kiri bawah gawang Lazio.
Dominasi Napoli berlanjut, dan keunggulan digandakan oleh Amir Rrahmani. Bek tengah asal Kosovo itu menanduk bola dengan presisi mematikan ke sudut kanan bawah gawang, memanfaatkan umpan Politano dari situasi bola mati.
Dua gol, dua assist—Politano benar-benar menjadi mimpi buruk bagi pertahanan tuan rumah.
Babak kedua berubah menjadi laga penuh tensi. Emosi menguasai lapangan dan wasit harus bekerja keras mengendalikan situasi. Lazio kehilangan Tijjani Noslin lebih dulu setelah tekel keras yang berbuah kartu merah.
Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah ketika Adam Marusic juga diusir keluar lapangan akibat perilaku kekerasan.
Napoli pun tak sepenuhnya luput dari panasnya laga.
Pasquale Mazzocchi menjadi pemain ketiga yang menerima kartu merah, juga karena insiden kekerasan, menutup pertandingan yang sarat ketegangan dan konflik.
Namun pada akhirnya, yang tersisa adalah tiga poin emas untuk Napoli. Kemenangan ini menurut MD, membawa pasukan Conte naik ke posisi kedua klasemen Serie A, sebelum Inter mengambil alih puncak klasemen dari Milan.
Dan Napoli hanya terpaut satu poin dari AC Milan, yang sebelumnya menang di Cagliari pada Jumat pekan lalu.(maq)
