edisiana.com – Manchester United kembali dilanda gejolak. Klub raksasa Inggris itu secara resmi memecat Ruben Amorim pada sore hari ini, hanya beberapa jam setelah sang pelatih kembali melontarkan sindiran keras kepada para petinggi klub.
Darren Fletcher disebut akan mengambil alih tim untuk laga Liga Premier hari Rabu melawan Burnley. Kepergian Amorim sejatinya sudah tercium sejak akhir pekan lalu.
Pelatih asal Portugal tersebut secara terbuka mengisyaratkan hubungan yang tidak harmonis dengan manajemen United, terutama terkait kurangnya dukungan di bursa transfer.
Ketegangan itu kian memuncak usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds pada hari Minggu. Dalam pernyataannya setelah laga tersebut, Amorim kembali “menyenggol” para petinggi klub.
Ia menegaskan keinginannya untuk bekerja sebagai manajer, bukan sekadar pelatih, serta mengaku siap angkat kaki ketika kontraknya berakhir 18 bulan mendatang. Sebuah pernyataan yang terdengar seperti perpisahan dini.
Kurang dari 24 jam kemudian, Manchester United membuat keputusan besar. Klub mengumumkan bahwa Amorim resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala setelah 14 bulan bertugas di Old Trafford.
“Dengan Manchester United berada di posisi keenam Liga Premier, manajemen klub dengan berat hati memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” demikian pernyataan klub yang dikutip dari BBC.
“Keputusan ini diambil untuk memberi tim peluang terbaik meraih posisi setinggi mungkin di Liga Premier.”
United juga menyampaikan apresiasi kepada Amorim. “Klub mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.”
Tak hanya Amorim, seluruh tim pelatih yang dibawanya juga turut meninggalkan klub. Kini, United kembali memasuki fase ketidakpastian—dengan Fletcher sebagai solusi sementara, dan masa depan kursi manajer yang kembali menjadi tanda tanya besar.(maq)
