edisiana.com – Nasib Liverpool ternyata setali tiga uang dengan Manchester City. Sudah di ambang kemenangan, The Reds justru terpeleset di detik-detik terakhir.
Fulham menahan imbang 2-2 di Craven Cottage, dengan gol penyeimbang dramatis Harrison Reed pada menit ke-97 yang membuat tuan rumah meledak dalam euforia.
Liverpool datang tanpa mesin gol utama mereka, Hugo Ekitike. Sang top skor absen karena masalah hamstring ringan. Namun itu tak menghalangi pasukan Jürgen Klopp untuk tampil dominan sejak awal.
Peluang emas langsung hadir, tetapi Cody Gakpo menyia-nyiakannya. Tendangan kaki kirinya justru melenceng jauh, sinyal awal bahwa ini bukan malam yang mudah bagi The Reds.
Dan seperti hukum sepak bola yang kejam, Liverpool langsung dihukum. Menit ke-18, peluang pertama Fulham berbuah gol. Raúl Jiménez bekerja cerdas, mengirimkan bola kepada Harry Wilson.
Pemain Wales itu mengontrol dengan tenang sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang menembus sudut bawah gawang Alisson.
Selebrasi sempat tertahan. Bendera offside terangkat. Namun VAR berbicara lain. Virgil van Dijk membuat Wilson tetap onside. Gol sah, dan itu menjadi gol keenam Wilson musim ini.
Liverpool menguasai bola, mendikte tempo, tapi tanpa ketajaman. Beragam sentuhan tak mampu benar-benar menguji Bernd Leno di babak pertama.
Babak kedua berubah. The Reds tampil lebih agresif. Sundulan Alexis Mac Allister dari sepak pojok membentur tiang gawang—peringatan keras bagi Fulham.
Menit ke-57, tekanan itu akhirnya terbayar. Conor Bradley melakukan penetrasi luar biasa sebelum mengirim umpan matang kepada Florian Wirtz. Satu sentuhan, satu tembakan kaki kiri, gol.
Lagi-lagi bendera terangkat. Lagi-lagi VAR. Dan setelah penantian panjang yang membuat Craven Cottage mendidih, gol disahkan. Liverpool menyamakan kedudukan.
Laga makin liar. Wilson hampir mencetak gol kedua ketika tembakannya membentur mistar pada menit ke-77. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan.
Dan Liverpool sempat merasa sudah menggenggamnya.
Cody Gakpo menebus kegagalannya dengan sundulan ke gawang, tepat di depan sektor pendukung tandang. The Reds bersorak. Fulham terdiam.
Namun sepak bola selalu punya akhir cerita lain. Menit ke-97. Harrison Reed, yang sudah lama puasa gol sejak 2023, muncul sebagai penyelamat. Tembakannya membuat Alisson tak berdaya dan Craven Cottage berguncang. Skor akhir 2-2.
Melansir BBC, bagi Fulham, ini terasa seperti kemenangan.Bagi Liverpool, ini adalah dua poin yang terbang di udara malam London.
Drama, VAR, tiang gawang, dan gol detik terakhir—Premier League dalam wujud paling kejamnya.(maq)
