Liverpool Terhindar dari Malapetaka: Mukiele Jadi Antagonis di Akhir Laga

Pemain Liverpool bersedih dengan menampilan terburuk di kandang Sunderland. Foto: via BBC

edisiana.com – Liverpool lolos dari kekalahan yang tampaknya sudah menanti mereka di Stadium of Light. Pada Kamis dini hari, The Reds pulang hanya dengan satu poin setelah gol bunuh diri dramatis Nordi Mukiele memastikan duel kontra Sunderland berakhir 1-1—hasil yang terasa seperti keajaiban kecil bagi tim tamu.

Sejak awal, Sunderland tampil sebagai tim yang lebih lapar. Babak pertama berjalan dengan ritme tinggi, dan Stadium of Light bergemuruh ketika Trai Hume melepaskan roket yang sempat disentuh Alisson Becker sebelum menghantam mistar. Peringatan keras bagi Liverpool, yang terlihat rapuh di lini belakang.

Menjelang jeda, The Reds baru benar-benar mengancam. Robin Roefs dipaksa terbang oleh tembakan melengkung Dominik Szoboszlai.

Lalu beberapa detik kemudian Alexis Mac Allister menyundul bola yang hanya bisa bersahabat dengan tiang gawang. Dua peluang emas, dua kali frustasi.

Masuk babak kedua, Mohamed Salah hadir dengan ekspresi “biar saya yang urus”. Namun, kekhawatiran Klopp bertambah saat Joe Gomez tampak sendirian menjaga sisi kanan, apalagi Szoboszlai sudah tak lagi memberi perlindungan penuh.

Tak lama kemudian, Gomez dihadiahi kartu kuning setelah menjatuhkan Reinildo Mandava—tanda bahwa Liverpool masih belum menemukan ritme.

Sunderland kembali mengguncang gawang Alisson lewat sundulan Omar Alderete yang juga membentur tiang, sebelum akhirnya petaka Liverpool benar-benar datang.

Ibrahima Konaté melakukan kesalahan fatal ketika gagal menyundul bola, diikuti operan ceroboh Virgil van Dijk yang malah jatuh ke kaki Enzo Le Fée.

Dengan tenang, ia mengalirkan bola ke Talbi, yang menembakkan bola berputar melewati Van Dijk dan Alisson. Stadium of Light meledak—1-0 untuk Black Cats.

Di tengah kekacauan, hanya Florian Wirtz yang terlihat mencoba mengangkat permainan Liverpool. Dan justru lewat upayanya, sebuah momen liar terjadi di masa tambahan waktu.

Federico Chiesa mencegah gol kedua Sunderland dalam situasi serangan balik Wilson Isidor, sebelum bola liar memaksa Mukiele melakukan sapuan panik… yang malah berubah menjadi gol bunuh diri.

Liverpool terselamatkan. Sunderland patah hati. Dan The Reds pulang dengan satu poin yang mungkin terasa lebih seperti hadiah Natal datang lebih cepat.

Stadium of Light memanas, drama terjadi, dan Liverpool masih hidup.(maq)

Exit mobile version