edisiana.com – Laga antara Inggris dan Andorra mungkin tak tampak sebagai panggung besar dalam kalender sepak bola, namun Sabtu, 6 September di Villa Park akan tercatat sebagai momen bersejarah. Djed Spence, bek Tottenham Hotspur, akan menjadi pemain Muslim pertama yang melakukan debut bersama tim nasional Inggris di pertandingan resmi.
Pemain berusia 25 tahun ini dikenal aktif membagikan kehidupan spiritualnya di media sosial, dan menyebut debut ini sebagai “sebuah berkah besar”. Dalam wawancaranya, Spence tak bisa menyembunyikan rasa haru atas pencapaian tersebut.
“Luar biasa. Saya melihat datanya dan saya benar-benar terkejut. Pertama kalinya. Ini hal yang luar biasa bagi saya, bagi iman saya. Sungguh luar biasa. Saya tak bisa berkata-kata,” ujar Spence dikutip dari Daily Mail pada hari ini.
Sepanjang kariernya, Spence telah menjadikan imannya sebagai pegangan penting, terutama dalam menghadapi keraguan dan tantangan. Ia menuai pujian dari mantan pelatih Tottenham, Ange Postecoglou, yang mengagumi profesionalismenya saat menjalani ibadah puasa Ramadan di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Namun perjalanannya tidak mudah. Setelah bergabung dengan Spurs pada 2022 lewat transfer senilai £20 juta dari Middlesbrough, Spence sempat diabaikan oleh manajer saat itu, Antonio Conte, yang hanya menyebutnya sebagai “investasi klub” tanpa memberinya kepercayaan nyata.
Kini, Spence kembali membuktikan dirinya—bukan hanya sebagai pemain bertalenta, tapi juga sebagai simbol kemajuan dan representasi penting dalam olahraga nasional.
Sementara itu, skuad Inggris juga mendapat tambahan menarik. Gelandang AC Milan, Ruben Loftus-Cheek, kembali dipanggil setelah tujuh tahun absen. Ia masuk menggantikan Adam Wharton yang mengalami cedera saat laga Crystal Palace melawan Aston Villa.
Loftus-Cheek, yang terakhir memperkuat Inggris pada November 2018 dalam laga melawan Amerika Serikat, berharap bisa kembali memberikan kontribusi besar untuk The Three Lions.(maq)
