edisiana.com – Stadion Olimpiade Lluis Companys nyaris menjadi saksi sejarah remontada (kebangkitan) yang mustahil. Namun, dewi fortuna tampaknya belum mau berpihak pada publik Catalunya. Meski berhasil melumat Atletico Madrid tiga gol tanpa balas dini hari tadi (4/3), langkah Barcelona di Copa del Rey harus terhenti di babak semifinal.
Skuad asuhan Hansi Flick itu tersingkir dengan agregat tipis 3-4. Luka menganga akibat kekalahan telak 0-4 pada leg pertama di Metropolitano bulan lalu ternyata terlalu dalam untuk disembuhkan hanya dalam waktu 90 menit.
Bernal Beri Harapan Palsu
Barcelona sejatinya tampil kesetanan sejak peluit pertama dibunyikan. Mengandalkan skema high pressing yang menjadi ciri khas Flick, Blaugrana langsung mengurung pertahanan Atletico.
Hasilnya, Marc Bernal tampil sebagai pembeda. Pemain muda sensasional itu mencetak dua gol yang mengapit eksekusi penalti tenang dari Raphinha.
Skor 3-0 di papan skor membuat seisi stadion bergemuruh.
Barcelona hanya butuh satu gol tambahan untuk memaksakan babak perpanjangan waktu. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan di sepuluh menit terakhir, namun kiper Atletico, Juan Musso, tampil bak pahlawan di bawah mistar gawang.
Seni Bertahan ala Diego Simeone kembali menunjukkan mengapa dirinya disebut sebagai maestro pertahanan. Meski digempur habis-habisan, lini belakang Los Rojiblancos tetap disiplin menjaga kedalaman.
Atletico dipaksa bermain “parkir bus” demi mengamankan keunggulan agregat mereka.
“Kami tahu ini akan menjadi malam yang panjang dan penuh penderitaan. Barcelona tim yang luar biasa, tapi kami punya modal besar dari pertemuan pertama,” ujar Simeone dinukil dari BBC pada hari ini.
Dengan hasil ini, Atletico Madrid tinggal menunggu pemenang antara Real Sociedad melawan Athletic Club yang baru akan bertanding Kamis dini hari nanti (WIB).
Bagi Barcelona, kegagalan ini menjadi pukulan telak mengingat mereka adalah raja kompetisi ini dengan koleksi 32 trofi.
Kini, Hansi Flick harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi La Liga dan Liga Champions jika tidak ingin mengakhiri musim ini tanpa raihan gelar satu pun.(maq)










