edisiana.com – Arsenal hanya berjarak satu pertandingan lagi dari mengakhiri penantian panjang mereka akan trofi besar. Dengan jantung di ujung kaki dan Stadion Emirates menahan napas, The Gunners menyingkirkan Chelsea 1-0 dan melaju ke final Piala Carabao.
Unggul agregat 3-2 dari leg pertama, pasukan Mikel Arteta harus menunggu hingga detik-detik terakhir laga untuk memastikan tiket ke Wembley. Dan seperti cerita yang ditulis takdir, Kai Havertz muncul sebagai pahlawan.
Menit ke-97. Waktu hampir habis. Chelsea lengah. Havertz — baru pulih dari cedera — melewati Robert Sánchez dengan ketenangan seorang algojo sebelum mendorong bola ke gawang kosong. Emirates meledak. Arsenal hidup!
Dominasi tuan rumah terasa sejak awal, namun tembok lima bek Chelsea membuat babak pertama berjalan kering dan penuh frustrasi. Arsenal menguasai bola, tapi celah nyaris tak ada.
Chelsea mencoba segalanya. Estevao dan Cole Palmer dilempar ke lapangan pada menit ke-60 oleh Liam Rosenior demi menyulut keajaiban. Namun pertahanan Arsenal tetap dingin, disiplin, dan tak tergoyahkan.
Dan ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol, Havertz menulis namanya dalam tinta emas.
Kini Arsenal — pemuncak klasemen Premier League dan masih bertarung di tiga kompetisi — menanti Manchester City atau Newcastle di final bulan depan. Wembley memanggil.
Melansir BBC, terakhir kali Arsenal merasakan manisnya trofi besar? Piala FA 2020. Terakhir kali mereka tampil di final Piala Liga? 2018. Sekarang, sejarah kembali di depan mata.(maq)











