Marc Márquez Alami Jumat Terburuk di Mandalika: Dua Kali Terjatuh dan Gagal Selesaikan Balapan

Marc Marquez membicarakan masalah kendala di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Foto: via MD

edisiana.com  – Juara dunia MotoGP 2025, Marc Márquez, menghadapi hari Jumat terburuknya musim ini di Sirkuit Jalan Raya Internasional Mandalika. Bukan hanya gagal tampil kompetitif, pebalap Repsol Honda itu juga tidak berhasil menyelesaikan balapan utama GP Indonesia — menandai titik nadir dalam kampanyenya yang sejauh ini nyaris sempurna.

Masalah utama Márquez terletak pada kondisi cengkeraman lintasan yang berubah-ubah, yang menyulitkan dirinya dan tim teknis untuk menemukan setup motor yang stabil.

Situasi ini diperparah dengan kondisi mental Márquez yang cenderung menurun setelah mengamankan gelar juara dunia lebih awal musim ini. Efek relaksasi setelah pencapaian besar tersebut tampaknya memengaruhi konsentrasi sang pebalap.

Untuk pertama kalinya sepanjang musim 2025 yang gemilang, Márquez harus menjalani sesi play-off (Q1) — tanda bahwa ia tertinggal dari performa biasanya. Melihat ketatnya persaingan, 15 menit tambahan di sesi kualifikasi ini menjadi sangat krusial baginya.

Dua Kecelakaan dalam 21 Menit

Melansir Mundo Deportivo, sesi latihan di hari Jumat pun berjalan penuh tantangan. Márquez mengalami kecelakaan saat memasuki Tikungan 10, hanya 10 menit setelah sesi dimulai. Ini menjadi insiden ke-12 sepanjang musim dan yang pertama sejak Sprint Race di Misano.

Meski demikian, ia berhasil kembali ke lintasan tanpa masuk pit, melanjutkan sesi dengan kombinasi ban lunak dan sedang. Namun, posisinya tetap jauh dari 10 besar.

Nasib buruk belum berakhir. Beberapa menit kemudian, Márquez kembali terjatuh di Tikungan 5, kali ini lebih keras dan berdampak pada bahu kanannya. Dua kali crash dalam waktu hanya 21 menit mencerminkan betapa sulitnya adaptasi Márquez terhadap kondisi Mandalika.

Tak menyerah, ia kembali ke trek dengan motor cadangan, menyisakan 17 menit di sesi latihan. Meski kondisi fisik dan kepercayaan dirinya terganggu, Márquez masih mampu menunjukkan semangat juang luar biasa.

Dalam percobaan time trial pertamanya dengan ban lunak, ia mencatat waktu yang cukup untuk naik ke posisi keenam, terpaut 0,8 detik dari Marco Bezzecchi. Usaha ini bertujuan mengamankan tiket langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2), meskipun pada akhirnya belum cukup.

Kondisi di Mandalika jelas bukan yang diharapkan Márquez, terutama setelah musim penuh kemenangan. Kini, tantangan sebenarnya adalah bagaimana ia bangkit dari hari buruk ini dan kembali menunjukkan performa juara dunia di sisa seri musim 2025.(maq)

Exit mobile version