edisiana.com – Gelandang veteran asal Jerman, Ilkay Gundogan, resmi bergabung dengan klub raksasa Turki, Galatasaray, dengan status bebas transfer. Pemain berusia 34 tahun itu telah menyetujui kontrak hingga akhir musim 2026/2027 bersama juara Liga Super Turki tersebut.
Gundogan, yang sebelumnya masih memiliki sisa kontrak satu tahun dengan Manchester City, diberikan izin hengkang oleh klub lamanya setelah jendela transfer di Turki dibuka hingga 12 September. Ia meninggalkan Etihad Stadium setelah memberikan banyak kontribusi penting selama tujuh tahun masa baktinya.
“Manchester City akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya,” ujar Gundogan kepada BBC pada Rabu, 3 September 2025.
“Kita telah menikmati begitu banyak kesuksesan selama bersama dan ada begitu banyak momen yang tak terlupakan, salah satunya adalah menjadi kapten untuk musim peraih Treble,” tambah dia.
Sejak didatangkan dari Borussia Dortmund pada tahun 2016, Gundogan tampil dalam 358 pertandingan dan mencetak 65 gol untuk Manchester City. Ia menjadi bagian penting dalam kesuksesan besar City, termasuk meraih enam gelar Liga Inggris, dua trofi Piala FA, dan yang paling bersejarah—mengangkat trofi Liga Champions pertama klub pada 2023 di Istanbul, Turki.
“Memenangkan trofi Liga Primer dan Piala FA sangat berarti bagi saya, tetapi kemudian diberi kesempatan mengangkat trofi Liga Champions untuk klub ini untuk pertama kalinya, terutama di Istanbul, akan selalu saya kenang,” tambahnya.
Gundogan juga mengungkapkan bahwa ia akan terus mengikuti kiprah mantan klubnya. “Saya yakin Manchester City akan meraih lebih banyak kesuksesan di masa depan, dan saya pasti akan menyaksikannya dari jauh saat saya melanjutkan karier di Turki, negara yang sangat berarti bagi saya,” ujarnya menjelaskan.
Ilkay Gundogan merupakan rekrutan pertama Pep Guardiola di Manchester City dan sempat bergabung dengan Barcelona pada 2023, sebelum akhirnya melanjutkan karier ke Galatasaray.
Transfer ini menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi skuad Okan Buruk dalam upaya mempertahankan dominasi domestik dan bersaing di kompetisi Eropa.(maq)
