edisiana.com – Direktur Olahraga Simon Rolfes dan CEO Fernando Carro membeberkan alasan pemecatan Erik ten Hag yang karirnya di Bayer Leverkusen hanya dua bulan di BayArena.
Menurut laporan media Bild, pemecatan pelatih asal Belanda itu berkaitan dengan insiden perekrutan pemain asal Spanyol, Lucas Vázquez. Disebutkan bahwa transfer pemain tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Ten Hag.
Lebih mengejutkan lagi, Ten Hag baru mengetahui kedatangan Vázquez pada 26 Agustus—saat sang pemain telah lulus tes medis dan secara resmi menandatangani kontraknya bersama klub.
“Kami merasa ini salah, dan sebelum kami sampai ke tempat yang lebih buruk, kami lebih suka bertindak sekarang,” ujar Simon Rolfes dikutip via Mundo Deportivo pada hari ini.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan keselarasan visi antara manajemen dan tim pelatih. “Sangat penting untuk memiliki semacam peta jalan, dan kami melewatkannya,” tambahnya.
Meskipun ada berbagai faktor yang mungkin menjadi pemicu keretakan hubungan, pihak klub secara terang-terangan menyebut bahwa transfer Lucas Vázquez menjadi titik krusial yang memunculkan ketegangan internal dan pada akhirnya berujung pada pemecatan Ten Hag.
Erik ten Hag sendiri baru bergabung dengan Bayer Leverkusen pada musim panas 2025, menggantikan Xabi Alonso yang hengkang ke Liverpool.
Namun masa jabatannya berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, menandai salah satu periode tersingkat dalam sejarah kepelatihan klub.
Belum ada pernyataan resmi dari Ten Hag terkait pemecatannya, sementara pihak Leverkusen belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih sementara atau pengganti permanennya.(maq)
