Bola  

Klub Sunderland Kutuk Kerusuhan di Wearside

Suasana Stadion Sunderland di malam kejadian. Foto: via Daily Mail

Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

edisiana.com – Klub Sunderland mengutuk kerusuhan yang pecah di Wearside pada Jumat malam. Klub Inggris menegaskan kelompok itu bukan suporter atau pendukung klubnya.

Para perusuh yang mengamuk, sebagian banyak memakai masker, membakar kantor polisi dan menjarah toko-toko.

Sebuah taksi juga dibakar sebelum massa besar mengepung tempat Millfield di kota itu ketika polisi membentuk perisai manusia.

“Pemandangan memalukan malam ini tidak mewakili budaya kami, sejarah kami, atau masyarakat kami,” demikian pernyataan klub sepak bola Sunderland seperti dilansir Daylimail pada hari ini.

“Kota besar kami dibangun atas dasar kebersamaan dan penerimaan, dan Sunderland selamanya akan menjadi milik semua orang. Kami lebih kuat sebagai satu komunitas. Sekarang, kemudian dan selamanya,” tulis klub lagi.

Di antara ratusan orang yang turun ke jalan di Sunderland adalah seorang pria bertelanjang dada dengan tato nazi di punggungnya.

Kerusuhan itu merespon respons terhadap penikaman tragis minggu ini di Southport yang menewaskan tiga anak pada hari Senin lalu.

Remaja berusia 17 tahun yang didakwa dengan pembunuhan tiga gadis di Southport muncul di Pengadilan Mahkota Liverpool pada hari Kamis, dan disebutkan sebagai Axel Rudakubana, dari Banks di Lancashire.(maq)

Exit mobile version