Achraf Hakimi Jadi Sasaran Kritik di Medsos:”Bro, ini final Champions!”

Hakimi mencetak gol tanpa merayakannya di final Champions. Foto: via Mirror

edisiana.com – Keputusan Achraf Hakimi untuk tidak merayakan golnya bagi Paris Saint-Germain dalam final Liga Champions melawan Inter Milan menuai reaksi keras di media sosial. Bukannya menuai pujian, sikapnya justru menjadi bahan olok-olok.

“Bro, ini final Champions,” tulis seorang warganet di platform X, merangkum sentimen banyak penggemar yang kecewa dengan sikap sang pemain.

Hakimi membuka keunggulan PSG dalam laga yang digelar di Munich, hanya 12 menit setelah pertandingan dimulai. Menerima umpan terobosan dari Vitinha, bek asal Maroko itu dengan tenang menyelesaikan peluang ke gawang kosong, membawa timnya unggul 1-0.

Namun, alih-alih merayakan gol penting tersebut dengan penuh semangat, Hakimi memilih menunjukkan gestur menahan diri. Ia mengangkat tangan sebagai bentuk permintaan maaf kepada fans Inter Milan yang berada di belakang gawang tempat ia mencetak gol.

Pemain berusia 26 tahun itu memang memiliki sejarah dengan Inter Milan, klub yang dibelanya pada musim 2020/21. Dalam satu musim di San Siro, Hakimi tampil 45 kali, mencetak tujuh gol dan menyumbangkan 11 assist.

Melansir Mirror, ia turut berperan penting dalam membawa Nerazzurri meraih gelar Serie A saat itu, dan tampaknya masih menyimpan rasa hormat yang besar terhadap mantan klubnya.

Sayangnya, niat baik tersebut tak diterima dengan simpati. Banyak pengguna media sosial menganggap gestur itu berlebihan, mengingat pentingnya laga yang sedang berlangsung.

“Tak merayakan di final Eropa. Sepak bola tak pernah seaneh ini,” tulis seorang pengguna X. Yang lain menambahkan, “Bro, ini final UCL. Hentikan taktik konyol ini.”

“Saudaraku, kamu baru saja mencetak gol di final Liga Champions, persetan!” tulis yang lain secara lugas.

Ada pula komentar yang menyindir: “Berlutut saja, berhenti dengan penghormatan palsu itu.” Namun, di tengah kritik, masih ada suara yang membela. Seorang penggemar menyebut, “Sentuhan yang sangat berkelas dari anak itu.”

Terlepas dari pro dan kontra, aksi Hakimi di final ini jelas menambah dinamika emosional dalam laga paling bergengsi di Eropa tersebut.(maq)

Exit mobile version