Prancis vs Italia: Luka Lama Zidane Menghantui Les Bleus

Patung Zidane yang jadi kontraversi rencanakan dipasang kembali di Doha menjelang Piala Dunia digelar. Foto: Getty

edisiana.com – Paris bersiap menjadi panggung duel klasik. Prancis akan menjamu Italia dalam lanjutan UEFA Nations League di Paris, Jumat malam. Namun, pertandingan ini membawa kenangan pahit bagi Zinedine Zidane.

Hampir dua dekade berlalu, tetapi satu adegan dari Berlin 2006 masih sulit dilupakan. Pada final Piala Dunia 2006, Zidane terlibat insiden panas dengan bek Italia, Marco Materazzi.

Di babak perpanjangan waktu, legenda Prancis itu menanduk dada Materazzi hingga terjatuh. Kartu merah langsung melayang.

Itulah akhir pahit perjalanan Zidane di laga final tersebut. Prancis kemudian harus menerima kekalahan dari Italia melalui drama adu penalti.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling ikonik sekaligus kontroversial dalam sejarah Piala Dunia. Hingga kini, gambar Zidane berjalan meninggalkan lapangan masih melekat kuat dalam ingatan publik sepak bola.

Kini, hampir 20 tahun kemudian, Zidane kembali berada di pinggir lapangan saat Prancis menghadapi Italia. Bedanya, kali ini ia bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih Les Bleus.

“Gambar-gambar itu selalu mengingatkan saya akan hal itu. Tapi untungnya, bukan hanya itu yang pernah saya lakukan. Ada hal-hal lain yang lebih baik,” kata Zidane dinukil dari ESPN pada hari ini.

Zidane baru saja dipercaya menangani timnas Prancis setelah menggantikan Didier Deschamps. Awal perjalanannya bersama Les Bleus pun berjalan positif.

Prancis meraih kemenangan atas Türkiye dan Belgia dalam dua pertandingan sebelumnya. Hasil tersebut menjadi modal penting sebelum menghadapi Italia di Stade de France.

“Ini momen yang sangat emosional. Kami siap untuk pertandingan ketiga ini. Kami telah mempersiapkan diri dengan baik dan tidak ada masalah khusus,” ujar Zidane.

Di kubu seberang, Roberto Mancini juga sedang berusaha membangun kembali Italia pada periode keduanya sebagai pelatih.

Awalnya, perjalanan Gli Azzurri tidak berjalan mulus. Italia tumbang 0-2 ketika menjamu Belgia pada pertandingan pembuka.

Namun, mereka langsung memberikan respons. Kemenangan telak 4-1 atas Türkiye mengembalikan kepercayaan diri Italia sekaligus menjaga peluang mereka di Grup 1 Liga A.

Kini, kedua tim datang dengan bekal kemenangan pada pertandingan kedua mereka di awal pekan.

Stade de France pun siap menjadi arena pertemuan dua raksasa Eropa. Bagi Zidane, laga ini bukan sekadar pertandingan Nations League. Ada kenangan dari Berlin yang kembali muncul setiap kali Prancis berhadapan dengan Italia.(maq)

Exit mobile version