Bola  

Dele Alli Pertimbangkan Pensiun Usai Dicoret Como, Karier Gemilang yang Berakhir Tragis

Dele Alli tampil perdana bersama klub Como. Foto: via BBC

edisiana.com – Perjalanan karier Dele Alli tampaknya semakin mendekati akhir yang menyedihkan. Mantan bintang Tottenham Hotspur itu dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola profesional setelah dicoret dari skuad Como menyusul performa buruk dalam laga pramusim melawan AC Milan di San Siro..

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Dele kini berlatih terpisah dari skuad utama bersama sejumlah pemain lain yang tak masuk rencana pelatih.

Media Italia itu juga menyebutkan bahwa gelandang asal Inggris tersebut tengah menimbang apakah waktunya telah tiba untuk mengakhiri karier yang dulu sempat begitu menjanjikan.

Insiden yang memicu titik balik itu terjadi saat ia menerima kartu merah setelah pelanggaran terhadap Ruben Loftus-Cheek. Keputusan wasit, yang diambil setelah tinjauan VAR, membuat pelatih Como Cesc Fabregas murka dan menjadi pertanda buruk bagi masa depan Dele di klub Serie A tersebut.

Ini menjadi babak menyedihkan dalam karier seorang pemain yang dulu dipandang sebagai salah satu gelandang muda terbaik Eropa. Dele mencuri perhatian saat bersinar bersama MK Dons dan pindah ke Tottenham Hotspur pada tahun 2015.

Di bawah asuhan Mauricio Pochettino, ia menjelma menjadi bintang—terutama pada musim 2016–17, di mana ia mencetak 22 gol di semua kompetisi.

Dele juga memainkan peran penting dalam keberhasilan Spurs mencapai final Liga Champions 2019 dan tampil membela timnas Inggris sebanyak 37 kali, termasuk di Piala Dunia 2018.

Namun, sejak tahun-tahun puncaknya itu, karier Dele terus merosot. Cedera berulang, penurunan performa, dan berbagai masalah pribadi menjadi kendala yang belum berhasil ia atasi.

Masa baktinya di Everton tidak memberikan dampak signifikan, dan peminjamannya ke Besiktas pada 2022 juga gagal membuahkan hasil, terutama setelah cedera pangkal paha serius membuatnya absen hampir setahun.

Kini, di usia 29 tahun, Dele Alli dihadapkan pada keputusan besar: terus berjuang melawan arus, atau mengucapkan selamat tinggal pada permainan yang pernah membuatnya bersinar di panggung dunia.(maq)

Exit mobile version