“Yamal Bisa Menorehkan Sejarah Seperti Leo”

Para pemain Inter terpukau dengan penampilan Yamal dan hanya bengong saat pemain Barça mencetak gol. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – “Lamine adalah Lamine. Leo adalah Leo. Leo adalah pemain terbaik dalam sejarah klub ini, dan bagi saya, pemain terbaik dalam sejarah.”

Begitulah pernyataan tegas dari Direktur Olahraga Barcelona, Deco, saat menanggapi perbandingan antara Lamine Yamal dan sang legenda, Lionel Messi — sosok yang secara luas dianggap sebagai salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa.

Deco mengakui bahwa membandingkan keduanya bukanlah perkara mudah. Namun, ia melihat potensi besar dalam diri Yamal. “Dari segi kualitas, Lamine bisa saja menorehkan sejarah seperti Leo,” ujarnya. “Tentu saja, untuk bisa menciptakan sejarah, ia butuh tim yang bagus di belakangnya.”

Barcelona sendiri telah belajar dari pengalaman mengelola era keemasan Messi. Kini, mereka menerapkan pelajaran itu untuk melindungi dan membimbing Yamal agar bisa bersinar di jalur yang tepat.

“Kami mencoba untuk tidak membiarkan dia melakukan segalanya,” lanjut Deco dikutip dari BBC pada Senin ini.

“Anda tahu, terkadang sponsor dan banyak pihak menginginkan waktunya, atau sekadar ingin memiliki kaus miliknya. Kami tidak selalu bisa mengendalikan semuanya, tapi orang-orang melihat keajaiban dalam dirinya — baik di dalam maupun di luar lapangan. Mereka ingin merasakan bagian dari itu. Dan kami perlu membantunya mengelola semua itu.”

Barcelona pun mengambil langkah penting musim panas ini: mengikat Yamal dengan kontrak baru berdurasi enam tahun, hingga 2031. Sebuah komitmen jangka panjang yang menandai betapa besar kepercayaan klub terhadap pemain muda berusia 17 tahun tersebut.

Yamal memulai debut profesionalnya di usia yang sangat belia — 15 tahun — dan sejauh ini telah mencatatkan 106 penampilan untuk klub.

Ia merupakan bagian integral dari tim Spanyol yang menjuarai Kejuaraan Eropa, serta peraih penghargaan Golden Boy dan Kopa Trophy, penghargaan paling prestisius untuk pemain muda terbaik dunia.

Musim ini, ia juga menjadi aktor kunci dalam empat kemenangan Barcelona atas Real Madrid di ajang El Clasico — menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sensasi, tapi kenyataan.(maq)

Exit mobile version