edisiana.com – Szyman Marciniak dari Polandia ditetapkan sebagai wasit final Liga Champions saat Manchester City menghadapi Inter Milan di Istanbul pada 10 Juni.
Marciniak juga menjadi wasit final Piala Dunia antara Argentina dan Prancis pada Desember 2022. Namun ada seruan agar dia diganti setelah dia menghadiri konferensi bisnis Everest di Katowice pada 29 Mei.
UEFA mengatakan ldengan tegas pihaknya menolak nilai-nilai yang dipromosikan oleh kelompok yang terkait dengan konferensi ini.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam atas keterlibatan saya dan segala kesusahan atau kerugian yang mungkin ditimbulkannya,” katanya dalam pernyataan seperti dilansir BBC pada hari ini.
Asosiasi anti-rasisme Polandia Never Again telah meminta wasit untuk menjauhkan diri dari aktivitas sayap kanan.
Mentzen, salah satu ketua partai Konfederasi paling kanan dan libertarian, belakangan ini berfokus pada pandangan ekonomi libertariannya. Tapi menimbulkan kontroversi pada tahun 2019 ketika ia mengumumkan slogan lima poinnya, yaitu anti-Semit dan homofobik.
Dia mengatakan konferensi bisnis itu tidak ada hubungannya dengan politik dan menyebut kecaman terhadap Marciniak tidak masuk akal.
Menteri olahraga Polandia Kamil Bortniczuk dan wakil menteri luar negeri negara itu juga membela wasit tersebut.
“Setelah refleksi dan penyelidikan lebih lanjut, telah menjadi bukti bahwa saya sangat disesatkan dan sama sekali tidak menyadari sifat sebenarnya dan afiliasi dari peristiwa tersebut. Saya tidak tahu bahwa itu terkait dengan gerakan ekstrem kanan Polandia,” jelasnya.
“Seandainya saya mengetahui fakta ini, saya pasti akan menolak undangan tersebut. Penting untuk dipahami bahwa nilai-nilai yang dipromosikan oleh gerakan ini sepenuhnya bertentangan dengan keyakinan pribadi saya dan prinsip-prinsip yang saya perjuangkan dalam hidup saya,” imbuhnya.
Dia mengaku sangat menyesal atas persepsi bahwa partisipasinya mungkin bertentangan. “Saya dengan sepenuh hati mengutuk segala bentuk kebencian, diskriminasi, atau intoleransi, karena itu tidak memiliki tempat dalam olahraga atau masyarakat secara keseluruhan,” ucapnya lagi.
Ke depan, dia berjanji untuk lebih waspada dalam mencermati acara dan organisasi. “Saya berkomitmen untuk belajar dari pengalaman ini dan memastikan bahwa kesalahan penilaian seperti itu tidak terjadi di masa depan,” tutupnya.(maq)
