edisiana.com – Laga final Piala FA sangat menarik perhatian orang banyak. Duel derby Manchester dipastikan akan seru dan panas untuk merebutkan tahta siapa The King Manchester sebenarnya.
Apalagi hampir satu dekade ini City mendominasi Liga Inggris. Sejak dipegang Pep Guardiola, The Sky Blue paling ditakuti para klub Premier League. Tanpa terkeculi tetangganya.
Sebelumnya titel itu dipegang oleh United saat dipegang Sir Alex Ferguson. Namun setelah pelatih legenda itu mundur, semuanya sudah habis.
Setan Merah jadi pengecut. Gampang dikalahkan lawan-lawannya. Makanya sempat terlempar dari kualifikasi Liga Champions. Baru, sejak dipegang Erik Ten Hag bangkit lagi. Mereka menembus Liga Champion musim depan.
Begitu hebatnya pergantian kekuatan di Manchester, sehingga hanya sedikit orang yang percaya dalam satu dekade lalu itu akan menjadi tim biru sebagai penguasanya.
Saat ini bahkan The Citizens memacu untuk memenangkan Treble daripada tetangga merah mereka. Tapi The Red Devils sudah merasakan.
Dan juara Liga Premier Manchester City yang menuju final Piala FA pada Sabtu besok berusaha mendekati pencapaian itu. Yakni final Liga Champions masih akan datang.
Makanya United belum rela menyamai rekor mereka yang diperoleh tahun 1999 silam. Ten Hag akan mati-matian untuk mencegah City menyamai pencapaian mereka yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dan ini menjadi final pertama Piala FA Manchester yang sudah pasti seru dan menegangkan di Wembley. Keduanya di Liga Inggris sudah sering ketemu. Lima musim ini, tentu masih dipegang City. Namun terakhir main di Old Trafford, City kalah 2-1.
Yang menarik datangnya Erling Haaland. Dia langsung mencetak banyak skor. Dan banyak dinobatkan sebagai pemain terbaik dan topskor.
Dia pun menciptakan gol-gol indah. Mulai dari gol-gol backheel hingga tendangan akrobatiknya yang memikat para penonton. Namun Haalan perlu ingat, di United ada Marcus Rashford. Dia sudah mencetak 30 gol di semua kompetisi.
Derby Manchester memiliki masa lalu yang lebih banyak cerita daripada kebanyakan.Untuk waktu yang lama itu adalah kisah tentang menaklukkan semua melawan tetangga yang diperangi, kurang glamourous.
Tapi dekade terakhir telah melihat keberuntungan benar-benar berpindah tangan, menyusul pengambilalihan City oleh Sheikh Mansour dari Abu Dhabi pada 2008.
Tim yang begitu lama berdiri di bawah bayang-bayang rival terkenal dunia mereka kini menjadi tim yang menebarkan kesuraman. Jadi siapa Raja di Manchester, sekarang?(maq)











