edisiana.com – Derbi Florida memanas. Juara bertahan nyaris tersungkur. Namun ketika malam mulai gelap bagi Inter Miami CF, satu nama kembali menjadi cahaya: Lionel Messi.
Miami menaklukkan Orlando City SC dengan skor 4-2 dalam laga penuh drama, setelah sempat tertinggal dua gol dalam 25 menit pertama.
Marco Pašalić dan Martín Ojeda membuat publik tuan rumah terdiam. Orlando unggul 2-0 cepat, memanfaatkan kelengahan lini belakang Miami.
Sang juara bertahan terlihat goyah, kehilangan ritme, dan seperti akan menelan kekalahan pahit lainnya.
Namun sepak bola selalu memberi ruang bagi kebangkitan — apalagi ketika Messi berada di lapangan.
Sebelum turun minum, tendangan jarak jauh spektakuler Mateo Silvetti membangkitkan harapan. Gol itu menjadi titik balik. Energi berubah. Keyakinan kembali tumbuh.
Memasuki babak kedua, Messi mengambil alih panggung. Menit ke-57, kaki kiri sang legenda Argentina berbicara. Tembakan keras dari tepi kotak penalti menembus gawang Maxime Crépeau.
Skor menjadi 2-2. Itu adalah gol pertamanya musim ini — dan sebuah pesan bahwa pertandingan belum selesai.
Miami terus menekan. Lima menit sebelum waktu normal berakhir, Messi kembali menunjukkan visi kelas dunia.
Umpan terukurnya disambut Telasco Segovia untuk membalikkan keadaan. Stadion meledak.
Dan seperti kisah klasik, sang maestro menutup malam dengan tanda tangannya sendiri.
Menit ke-90. Tendangan bebas rendah nan presisi melewati pagar hidup dan mengecoh Crépeau. Gol keempat. Gol keduanya. Messi merayakannya dengan gestur tangan ke arah garis pinggir lapangan — selebrasi penuh makna.
Pelatih Miami, Javier Mascherano, tak ragu memberikan pujian tertinggi. “Dia adalah pemain terbaik yang pernah bermain di olahraga ini. Dia seorang pemimpin. Dia menginspirasi orang lain, tetapi sebagai pemimpin, dia juga sering perlu diinspirasi,” dinukil dari BBC pada hari ini.
Derbi ini milik Miami. Namun lebih dari itu, ini adalah malam milik Messi. Karena ketika Messi memutuskan mengambil kendali, alur cerita selalu berubah.(maq)
