edisiana.com – Nottingham Forest belum berubah. Manajer baru, cerita lama. Kekalahan kembali menghantam, kali ini 1-2 di kandang Brighton & Hove Albion, di malam penuh tensi di Stadion Amex.
Laga baru berjalan seperempat jam, tapi tiga gol sudah lahir. Intensitas tinggi, pertahanan rapuh, dan Forest kembali membayar mahal.
Tuan rumah membuka skor lewat situasi bola mati. Diego Gomez memanfaatkan sepak pojok dengan penyelesaian tajam yang membuat publik Amex bergemuruh. Forest goyah.
Namun respons datang cepat. Morgan Gibbs-White menyamakan kedudukan lewat sepakan keras dari tepi kotak penalti — presisi dan keberanian dalam satu sentuhan. Harapan sempat menyala.
Hanya saja, harapan itu tak bertahan lama.
Seratus lima detik berselang, Danny Welbeck menghadirkan momen magis. Gerakan berputar di dalam kotak penalti, sentuhan cerdik, gol. Sebuah aksi striker berpengalaman yang kini telah menyamai koleksi golnya musim lalu.
Brighton kembali unggul. Dan kali ini, mereka tak menoleh ke belakang. The Seagulls mengontrol tempo, mengalirkan bola dengan sabar, dan seharusnya bisa menambah keunggulan. Forest? Terjebak di antara niat menyerang dan ketidakmampuan menciptakan peluang bersih.
Awoniyi Buang Kesempatan Emas
Di menit-menit akhir, Forest mencoba menekan. Bola demi bola diarahkan ke kotak penalti. Kesempatan terbaik datang dari pemain pengganti Taiwo Awoniyi.
Sundulan kerasnya menyambut umpan silang terlihat menjanjikan — namun melenceng jauh dari sasaran. Kesempatan emas menguap. Peluit akhir berbunyi. Forest kembali tertunduk.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi pelatih Brighton, Fabian Hurzeler. Setelah memutus enam laga tanpa kemenangan lewat hasil positif di Brentford pekan lalu, tiga poin ini meredakan tekanan. Brighton kini naik ke peringkat 11, hanya terpaut tiga poin dari Everton di posisi kedelapan.
Sementara itu, Vitor Pereira masih mencari kemenangan perdananya di Premier League bersama Forest. Melansir BBC, posisi mereka belum aman — hanya dua poin di atas West Ham di zona merah.
Manajer baru belum mengubah takdir. Forest masih tersesat di hutan masalah.(maq)
